Ilustrasi.(Ist)
TELEGRAF- Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Kepulauan Talaud marak terjadi. Data di Kepolisian Resort Kepulauan Talaud mencatat, selang Januari hingga awal November ini sudah ada 11 kasus yang dilaporkan, serta ditangani.

"Tahun kemarin (2015) ada empat belas kasus. Sedangkan pada Januari hingga awal November ini sudah sebelas kasus dan kemungkinan meningkat hingga Desember nanti," ujar Kasat Reskrim Polres Talaud IPTU Mochammad Nandar, kepada Telegrafnews.co, di ruang kerjanya, Senin (7/11) 2016.

Dia pun menguraikan, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya KDRT tersebut. Namun, yang paling banyak karena mabuk akibat minuman keras dan perselingkuhan.

"KDRT itu banyak contohnya, mulai kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan seksual, hingga penelantaran dalam rumah tangga dan untuk di Talaud yang menonjol itu kekerasan fisik (penganiayaan) dan penelantaran," tuturnya.

Meski banyak yang diproses oleh pihak kepolisian, sedikit sekali yang dilimpahkan ke kejaksaan. Dia mencontohkan, dari 14 kasus pada 2015 hanya 2 kasus naik ke kejaksaan. Sedangkan pada tahun ini hanya 1 kasus yang siap dilimpahkan.

"Banyak orang-orang yang berperkara pada kasus tersebut ingin menghentikan sebelum ke pengadilan. Mereka akhirnya mengaku bersalah dan memilih berdamai. Yang terpenting adalah pelaku tidak melakukan lagi tindak kekerasan," kuncinya. (reynaldus atapunang)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: