Koki memasak nasi goreng. (rey/Telegrafnews.co)

TELEGRAF - Sebanyak 16 koki berjajar di halaman Sekolah Menengah Atas Negeri I (Smansa) Melonguane. Mereka sudah siap di depan meja yang dilengkapi peralatan dan bahan-bahan memasak, untuk memberikan makanan yang terbaik.

"...mulai!" Begitu aba-aba itu menggema melalui pengeras suara, mereka pun mulai beraksi. Meski tampak malu-malu, para koki yang semuanya lelaki usia belasan itu tampak sigap meracik bumbu-bumbu guna menghasilkan nasi goreng yang terlezat.

Di sisi lain, 16 koki peremuan pun tampak sibuk. Keahlian dan kemahiran ditumpahkan untuk menghasilkan ikan bakar yang terbaik.

Ya, koki-koki muda itu tak lain adalah para pelajar SMA Negeri I Melonguane. Mereka mewakili rekan-rekan sekelasnya dalam ajang lomba masak dan bazar internal sekolah yang digelar, Sabtu (5/11) 2016, pagi.

Lomba itu bagian dari perwujudan Smansa Melonguane sebagai sebuah sekolah model, khususnya dibidang kewirasusahaan dan muatan lokal.

"Ini adalah implementasi dari SMA Rujukan atau SMA Model, dimana Smasa Melonguane sebagai salah satu sekolah rujukan yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud," ujar Kepala Sekolah Wolter Arimau melalui Ketua Program SMA Rujukan Smansa Melonguane, Abdon Andalangi, saat ditanyai Telegrafnews.co, di lokasi lomba.

Sebagai sekolah model, katanya, Smansa Melonguane, tidak hanya mendidik anak-anaknya untuk pandai dalam ilmu pengetahuan. Tapi juga melahirkan generasi muda yang kreatif, termasuk dalam menciptakan peluang-peluang usaha mandiri.

"Tujuannya membuat anak-anak kita mengetahui peluang-peluang usaha sekaligus membekali mereka dengan keterampilan-keterampilan agar nantinya bisa bergerak di dunia wirausaha," imbuhnya.(reynaldus atapunang)

Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: