Meidy Tinangon (ist)

TELEGRAF-Terkait peledakan bom molotov di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang telah memakan empat korban balita dan mengalami luka bakar, dimana kemudian satu diantaranya yakni Intan Olivia Marbun berusia dua tahun meninggal dunia. Maka GAMKI Sulut menyatakan sikap dan pendapat.

Menurut penuturan Ketua DPD GAMKI Sulut Meidy Y Tinangon didampingi Sekretaris Billy Kawuwung, mengecam tindakan peledakan bom di Gereja Oikumene Samarinda yang merupakan tindakan terorisme dan menodai nilai kemanusiaan serta keberaagamaan.

"Terorisme menjadi ancaman bukan saja bagi keutuhan NKRI tetapi bagi nilai kemanusiaan universal," tegas keduanya.
Bahkan, lanjut Tinangon, terorisme tak setara dengan penistaan terhadap agama, namun lebih kejam dari penistaan agama, karena nyata-nyata menghilangkan hak hidup manusia dan menebarkan rasa tak nyaman bagi setiap warga negara.

"Peristiwa ini bukanlah persoalan agama tertentu semata, tetapi persoalan kemanusiaan dan hak asasi warga negara dalam kesetaraan serta merupakan persoalan wibawa negara yang dalam ancaman teroris," kecamnya.

Dari sisi pidana, tambah Tinangon, peledakan bom di Samarinda merupakan tindak pidana terorisme, bukan tindak pidana penodaan/penistaan agama. (martsindy rasuh)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: