Usaha bensin eceran milik Herry (martsindy)
TELEGRAF-Terharu, ketika melihat keluarga kecil Herry Yanuar dan Ester Tumimomor warga Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa.
Ada apa? Selama tiga tahun menggeluti pekerjaan/profesi sebagai penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih dikenal kios Pertamini, keluarga yang berada di ujung Desa Leleko ini bisa menyekolahkan anak.

"Dari hasil pendapatan penjualan bensin, anak kami bisa sekolah. Dilen Yanuar (anak kami) sudah sekolah di SD Inpres Remboken umurnya sekarang lima tahun lima bulan," ungkap Ester Tumimomor kepada Telegrafnews.co

Sementara, kata Ester, suaminya (Herry Yanuar) juga berprofesi sebagai pembengkel kecil-kecilan. "Suami pun profesi sebagai pembengkel. Sedangkan anak kami yang satu masih berumur satu tahun enam bulan," ujarnya.

Dijelaskannya, biasanya sekali membeli premium sebanyak dua galon dengan isi 50 liter (1 galon 25 liter), uang yang dikeluarkan sebesar Rp320.000. "Tapi sering kami memberikan tip ke petugas, meskipun dari pihak SPBU sendiri tidak meminta," jelasnya.

Sedangkan untung dari pendapatan penjualan, kata Ester, untung bersih dalam 50 liter itu sebesar Rp50 ribu. "Jadi dari untung tersebut dipakailah untuk kehidupan sehari-hari. Dari pendapatan ini lumayan membantu, meskipun tidak semua dari dana itu (penjualan premium) dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi biaya keseharian sudah sangat terbantu," ungkapnya. (martsindy rasuh)


Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: