Syamsudin Harris (ist)
TELEGRAF-Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Dr Syamsuddin Haris berpendapat akar masalah bangsa yang sedang kita hadapi saat ini adalah rendahnya saling percaya, baik antar kelompok atau golongan masyarakat maupun antara masyarakat dan negara.

“Suasana saling curiga antar kelompok atau golongan masyarakat ini adalah warisan otentik dari rezim kolonial yang diteruskan oleh rezim otoriter Orde Baru (Orba),” kata Haris kepada Telegrafnews menanggapi kondisi bangsa saat ini, Senin (14/11) 2016.

Suasana saling curiga seperti ini, lanjut Haris, hampir selalu dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan untuk bisa berkuasa. Sehingga suasana saling curiga ini akan tetap mereka pelihara dan dipertahankan untuk mencapai ambisinya itu.

Suasana saling curiga ini tentu akan memperkeruah kondisi politik di Tanah Air. Sehinga, hal ini akan semakin dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

“Mereka yang berpesta dalam politik yang keruh bisa koruptor, pengemplang pajak, kelompok Islam radikal, pemuja khilafah dan tokoh anti demokrasi lainnya,” ujarnya.

Haris mengingatkan bahwa acuan kita bernegara adalah konstitusi dan hukum negara, bukan hukum agama.

“Acuan kolektif kita dalam kehidupan bernegara terang benderang, yakni konstitusi dan hukum negara,” pungkasnya.(watir)

Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: