Asisten Satu Boltim Amin Musa. (dany/telegraf)
TELEGRAF- Isu pembatalan pelaksanaan pemilihan sangadi atau kepala desa (Pilsang) yang kabarnya meresahkan warga, dibantah Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Amin Musa.

"Pilsang sistim calon tunggal tetap dilaksanakan. Isu terkait pilsang di 13 desa yang hanya calon tunggal akan ditunda, tak benar," jelasnya pada telegrafnews.co di ruang kerjanya, Jumat (4/11) 2016.

Pemkab, katanya, belum menerima surat pemberitahuan dari Kejaksaan terkait gugatan untuk Pilsang dengan sistem ini.

"Itu berdasarkan perda yang sudah disetujui pemerintah pusat. Kalau ada gugatan kami siap memprosesnya," tegasnya.

Memang, lanjut dia, sistem pemilihan tak diatur dalam undang-undang desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Pemda menggunakan hak discrasy untuk kebaikan masyarakat.

"Kalau tidak ada calon, maka Pilsang baru bisa digelar tahun depan. Pjs Sangadi tak bisa ambil keputusan penting. Sehingga kami adopsi undang-undang Pilkada," ucapnya.

Terinformasi, Sebanyak 63 desa menggelar pilsang serentak pada Senin pekan depan (7/11) 2016 dan 100-san calon sangadi serta hanya 13 desa yang memiliki calon tunggal. (dany)


Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: