Finalis Utu-Keke dalam proses karantita. (ist)
TELEGRAF- Kritikan dan sorotan warga terkait indikasi kecurangan saat grand final pemilihan Utu-Keke (Nyong dan Nona) Minut, ternyata benar. Pengakuan kebenaran tindakan kecurangan itu, disampaikan langsung salah satu personil Evant Organiser (EO) penyelenggara hajatan bergengsi ini.  

"Saya tekankan, sejak awal bekerja kami (EO) sangat profesional menyiapkan berbagai persiapan dalam mensukseskannya pemilihan Utu dan Keke. Dan itu sudah menjadi komitmen bersama seluruh EO dan tim Dinas Pariwisata, untuk menghasilkan produk Utu-Keke yang berkualitas," beber Marvil Milanisti salah satu personil EO saat dikonfirmasi Telegrafnews soal kritikan warga, Minggu (13/11) 2016 malam ini.

Lelaki berperawakan brewok ini secara detail menjelaskan, kecurangan-kecurangan dan intervensi dilakukan oknum-oknum tak bertanggungjawab, itu terlihat jelas saat berlangsungnya tahapan lima besar Utu-Keke. Peserta yang tak layak, dipaksakan masuk lima besar, padahal nilai mereka tidak sesuai.

"Tindakan intervensi ini sangat jelas. Mereka (oknum tak bertanggungjawab) mencatut nama bupati, dan memaksakan orang mereka masuk lima besar meski sudah tak lolos. Saya sempat protes, namun diabaikan. Sebagai bentuk kekecewaan atas kecurangan ini, saya langsung pulang," bebernya lagi.

BERITA TERKAIT:

Jadi dia menekankan, bahwa pada prinsipnya, EO tidak bersalah dan sudah menunjukan kinerja secara profesional.
 
"Sekali lagi bukan EO. Kalu ada yang kurang, silakan tanya langsung. Nanti saya beberkan beserta bukti-bukti yang ada. Saya juga merasa kecewa dengan hasil yang terjadi. Aksi tindakan protes yg saya lakukan saya langsung keluar di saat hasil 5 yang mulai dicurangi. Prinsipnya saya saya setuju dengan semua protes yang ada dari seluruh pihak. Tapi ini bukan karena EO," tutup Marvil. (david rumayar/man)


Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: