Lurah Lirung Jefri Bawuno saat melakukan swepping di jembatan OO. (ist)
TELEGRAF-Truk yang bermuatan melebihi kapasitas dilarang melintas di atas Jembatan OO, yang menghubungan Kecamatan Lirung dan Kecamatan Kalongan. Pasalnya, menurut Alfi, warga Musi, jembatan itu hanya terbuat dari batang kepala dan kerap rusak akibat dilalui truk yang over kapasitas.

Menurutnya, jembatan yang terletak di Kelurahan Lirung Matane itu, sedianya adalah tanggung jawab pemerintah Propinsi Sulut. Namun hingga kini belum mendapat sentuhan serius dari pemerintah propinsi.

"Jembatan itu memang sering rusak karena dilewati truk-truk bermuatan berat dan terakhir baru diperbaiki satu bulan lalu oleh masyarakat bersama pemerintah setempat," kata Alfi, kepada Telegrafnews.co, Rabu (16/11) 2016.

Lurah Lirung, Jefri Bawuno, mengatakan untuk mencegah kerusakan jembatan tersebut, warga dan pemerintah kelurahan rutin menggelar sweeping sekaligus memberi arahan kepada sopir truk agar tidak melewati jembatan dengan beban muatan melebihi tiga ton, mengingat jembatan hanya terbuat dari batang kelapa.

“Diharapkan para pengusaha dapat mengerti dengan tindakan yang dilakukan pemerintah Kelurahan Lirung bersama masyarakat itu, karena jembatan yang berbahan kayu kelapa tidak dapat bertahan lama, apabila dilewati oleh beban yang melebihi daya tahan jembatan,” ungkapnya.

Ia juga berharap peran serta masyarakat untuk memantau jembatan itu agar tidak lagi dilewati truk berkapasitas lebih dari tiga ton. Selain itu juga, kesadaran para pengusaha sangat diharapkan agar bisa mengerti. (reynaldus atapunang)


Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: