Mohamad Nasih(ist)
TELEGRAF -Dikala PB NU menginstruksikan Melarang Warga NU untuk turun aksi Bela Islam Jilid II besok Jum’at (04/11) 2016, sikap berbeda diambil oleh Mohammad Nasih, seorang warga NU asal Semarang yang juga merupakan pengajar di STEBANK Jakarta.

Menurutnya, mahasiswanya yang berjumlah 200 orang justru akan ia terjunkan dalam Aksi Damai Islam tersebut.  Ia akan menggerakkan mahasiswa yang dari Semarang dan menganjurkan menginap di kampus tempatnya mengajar sambil menggerakkan tokoh AM Fatwa, anggota DPD RI.

“Mahasiswa ini akan bergabung dengan ratusan ribu umat Islam yang telah berkomitmen untuk melakukan aksi bela islam yang dipusat di Istiqlal,” terang Mohammad Nasih saat diminta konfirmasinya.

Pendiri Monash Institute ini juga mengatakan seandainya Ahok diproses secara hukum, mungkin riak-riak demonstrasi di negeri ini seperti ini. Dia menilai bahwa hukum saat ini sangat tumpul ke atas tapi begitu tajam ke bawah.  

“Kasus Ahok ini adalah gambaran nyata tentang hukum Indonesia yg tidak tegak. Tajam ke bawah. Tumpul untuk mereka yang sdg berkuasa dan punya banyak harta. Akhirnya akan dijebol oleh kekuatan "alam semesta". Biidznillah.” Tulis Moh Nasih dalam pesan facebooknya. (amie)

Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: