Persiapan grand final Utu-Keke Minut. (telegrafnews)
TELEGRAF- Buntut tindakan intervensi hingga berujung dugaan kecurangan dalam tahapan lima besar di grand final pemilihan Utu-Keke (Nyong dan Nona) Minahasa Utara, di aula MIS, Sabtu (12/11) 2016 malam, terus menuai kritikan.

Kredibelitas tim Evant Organizer (EO) selaku penyelenggara ajang bergengsi tingkat kabupaten menyambut HUT Minut ini, dipertanyakan. Baik supporter maupun orang tua finalis Utu dan Keke, meragukan kerja-kerja EO yang dianggap tak konsisten.

"Terkesan pemilihan Utu-Keke ini asal jadi, kelihatan abal-abal, harusnya pada tahapan 3 besar para peserta diberikan pertanyaan yang sama, tapi ini tidak ada dan beda-beda," kata pak Jerry salah satu supporter peserta.

Senada disampaikan Sandra Panambunan. Orang tua salah satu finalis Utu-Keke ini, dia menilai kinerja EO sangat amatiran, sebab anaknya yang jelas-jelas tidak masuk dalam tahapan 9 besar, namun dimasukan EO hanya untuk kepentingan anak oknum Kadis.

BERITA TERKAIT:

"Sejak tahapan 9 besar anak saya sudah tidak lolos. Tiba-tiba oknum Kadis Pariwisata mengatur skenario bersama oknum EO, demi memasukan anak si Kadis dalam tahapan lima besar, mereka ikut memasukan anak saya hingga terjadi protes dan sangat memalukan kami selaku peserta, padahal tindakan itu tidak kami ketahui," tegas Sandra.

Kritikan juga dilayangkan Irwan-Polapa, melalui akun Facebook (FB) dia mempertanyakan persoalan ini.

"Nda abis-abis lei dari taon ke taon ini terjadi, salah siapa?," komentarnya di FB. (david rumayar/man)



Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: