Kantor PT Air Manado (leka/telegrafnews)
TELEGRAF- Wacana pemutusan kontrak kerjasama antara Pemkot Manado dan PT Waterleidingmaatschappij Drenthe (WMD) Belanda terus saja menguat.

PT WMD sendiri tidak hanya dinilai melakukan wanprestasi terhadap janji-janjinya yang tertuang dalam isi kontrak kerjasama dan tidak adanya PAD yang disumbangkan, tapi terkait adanya ikatan tersebut, Pemkot Manado mengalami kerugian yang cukup besar.

"Sebenarnya Pemkot Manado akan mendapatkan banyak bantuan dari pemerintah pusat untuk pengelolaan air bersih, yang nilainya miliaran rupiah. Tapi dikarenakan sudah ada kerjasama dengan WMD sebagai pihak ketiga, jadi bantuan pemerintah pusat tidak dapat bisa diberikan lagi," kata Kabag Hukum Pemkot Manado, Paul Sualang kepada Telegrafnews.co.

Lanjut dijelaskannya, dengan adanya kontrak kerjasama antara Pemkot Manado dan PT WMD, pengelolaan air bersih di hampir seluruh wilayah Kota Manado dilakukan oleh pihak swasta dalam hal ini PT Air Manado.

"Yang dikelola oleh PDAM hanya Kecamatan Mapanget dan Bunaken, karena sebelum adanya kontrak kerjasama ini, Mapanget masih masuk wilayah Minahasa. Jadi selain kedua wilayah itu, pengelolaan air bersih merupakan wewenang PT Air. Bila pemutusan kerjasama ini dilakukan, pemerintah pusat bisa menguncurkan bantuan yang nantinya dikelola oleh PDAM," tegasnya. (leriando kambey) 
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: