Penjualan minyak Tanah di salah satu pangkalan (ist) 
TELEGRAF-Warga di beberapa wilayah di Kabupaten Kepulauan Talaud mulai kesulitan minyak tanah. Onal Caroles, warga Desa Moronge, mengatakan kelangkaan minyak tanah mulai dirasakan warga dua minggu terakhir.

"Sudah dua minggu ini warga yang tinggal di Pulau Salibabu, termasuk Moronge sulit sekali mendapatkan minyak tanah," katanya, kepada Telegrafnews.co, Senin (14/11) 2016.

Tak hanya warga di Pulau Salibabu. Beberapa hari terakhir, warga ibu kota, Melonguane, juga mulai kesulitan mendapat minyak tanah.

Sejumlah pengecer minyak tanah dan pemilik pangkalan di Melonguane, mengaku sudah sekira empat hari terakhir tidak lagi menjual minyak tanah, karena kehabisan stok.

"Minyak tanah habis. Sudah beberapa hari ini, kita kehabisan stok," ujar Soni, pemilik pangkalan di Melonguane.

Dikatakan, kehabisan persedian minyak tanah di Melonguane imbas dari belum beroperasinya kapal pengangkut minyak tanah yang memasok jatah untuk Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) Maranatha di Lirung yang melayani warga di Pulau Salibabu, Kabaruan dan sebagian warga Melonguane.

"Sudah hampir satu bulan ini, kapal mereka tidak masuk. Akibatnya warga di sana (Pulau Salibabu dan Kabaruan) banyak yang datang membeli di Melonguane sehingga kita juga turut kehabisan stok," katanya. (reynaldus atapunang)


Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: