Ilustrasi Pilkades atau Pilsang (ist)
TELEGRAF- Sebagian perwakilan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berencana menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim dalam waktu dekat ini.

"Kami protes karena calon tunggal tak diatur dalam undang-undang desa dan Permendagri," kata aktivis Boltim Taslim Mamonto, kepada sejumlah media via seluler, Jumat (4/11) 2016.

Ia menilai, Pemkab Boltim keliru dalam membuat aturan terkait Pemilihan Sangadi (Pilsang) atau Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang hanya ada calon tunggal di beberapa desa.

"Dalam Perbup (Peraturan Bupati) hanya diatur calon tunggal, saat mendaftar. Calon tunggal yang ada saat ini justru karena yang lain tereliminasi dalam seleksi. Itu tak diatur dalam Perbup," bebernya.

Lanjutnya, masalah inilah yang menimbulkan polemik di beberapa desa, sehingga komponen masyarakat akan melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN).

"Harusnya dibuka lagi pendaftaran, tapi Pemda justru menerbitkan Perbup untuk mengamankan keputusannya. Itu hanya berdasarkan keputusan dengan panitia Pilsang," tutupnya. (dani)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: