Salah satu aset pemerintah yang terbengkalai (rey)
TELEGRAF-"Melonguane seperti Hongkong di malam hari". Sanjungan atas program pemasangan lampu hias pada sejumlah ruas jalan di kota Melonguane, penghujung 2014 lalu, kini hanya jadi kenangan dalam ingatan. Pasalnya, 33 unit lampu hias senilai Rp1,4 Miliar tersebut banyak yang tidak lagi memancarkan warna warni cahayanya.

Seperti terpantau, Telegrafnews.co, di ruas-ruas jalan utama Kota Melonguane dan lokasi perkantor Pemkab Talaud, Rabu (16/11) 2016, malam, hanya dua unit yang masih bernyala. Satu berada di ruas jalan menuju tribun di pusat kota, satu lagi di ruas jalan menuju bandara Melonguane.

"Lampu-lampu hias itu memang banyak sudah mati (tidak bernyala). Kalau masih mau digunakan sebaiknya diperbaiklah. Jangan dibiarkan seperti itu, karena hanya jadi sampah yang merusak pemandangan saja," ujar Mus, warga Melonguane, Kamis (17/11) 2016.

Selain itu, sejumlah lampu Solar Cel yang berada dalam kota Melonguane dan kompleks perkantoran Pemkab Talaud pun bernasib sama. Dari sekira 70-an unit dipasang, banyak diantaranya sudah tidak berfungsi.
Padahal Solar Cel itu menelan anggaran sekira Rp2 Miliar lebih dari APBD 2014 di Dinas Kehutanan Pertambangan dan ESDM Talaud. (reynaldus atapunang)

Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: