Paula Runtuwene (ist)
TELEGRAF-Guna merealisasikan program Presiden RI Jokowi, Universitas Negeri Manado (Unima) langsung bergerak cepat.

Hasilnya, Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) sudah dibentuk. Hal ini ditegaskan Rektor Unima Prof DR Julyeta Paula Runtuwene MS DEA kepada Telegrafnews.co
"Kami tingkat rektorat telah membentuk tim yang akan memantau pungutan di semua fakultas, lembaga, kantor pusat maupun lainnya," ungkap Runtuwene.

Termasuk, kata Runtuwene, mengenai Pungli yang sering dilaporkan para mahasiswa persiapan ujian. 
"Jadi kami akan mengawasi dan memantau setiap perlakuan Pungli di masing-masing fakultas," tegasnya. Dikatakannya lagi, akan diidentifikasi setiap laporan, keluhan. Kemudian, memastikan bahwa pungutan seperti ini tidak akan terjadi di Unima.

"Sekali lagi kami tegaskan, tidak lagi ada pungutan lainnya seperti pendaftaran ujian, pembayaran wisuda, dan sebagainya selain pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Saya berharap kiranya semua civitas akademika Unima saling mengingatkan hal ini," terangnya.
Selain itu, Runtuwene menegaskan, baik pemberi maupun penerima akan dikenakan sanksi.
"Selama ini paling disalahkan yakni penerima, akan tetapi sekarang baik pemberi maupun penerima akan ada sanksi tegas," sampainya. (martsindy rasuh)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: