TELEGRAF- Dalam sepekan, masyarakat sulit untuk mendapatkan gas ini. Bahkan adanya dugaaan, kelangkaan terjadi karena banyak pemilik rumah makan yang juga membeli gas 3 Kg ini.

Kepala Seksi Distribusi Energi Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Boltim, Denny Lapod angkat bicara mengenai hal ini.

Menurutnya, kelangkaan ini terjadi di beberapa pangkalan akibat dari kelalaian distribusi agen yang menyalurkan di daerah ini.

"Agen yang memasok disini yakni PT Mangin Bali Sejahtera. Memang sudah beberapa pangkalan yang datang mengeluhkan, bahwa jumlah tabung yang dipasok agen ke pangkalan tidak sesuai dengan jumlah permintaan pangkalan dan itulah yang me buag gas LPG menjadi langka," ujarnya.

Bahkan, katanya, permintaan pangkalan biasanya 50-100 tabung, tapi direalisasi oleh agen hanya diberikan 20-30 tabung.
"Kami juga sudah mencoba meminta laporan pendistribusian dari agen yang seharusnya setiap dua minggu sekali, namun sampai saat ini tak juga dilaporkan ke Dinas," tuturnya.

Dia menambahkan, harga eceran tertinggi (HET) untuk Kecamatan Kotabunan, Tutuyan dan Nuangan itu Rp21 ribu per tabung. Sedangkan wilayah Modayag Rp18 ribu. Perbedaan HET yang terjadi di Boltim karena jarak yang jauh dari tempat agen yang berada di Kotamobagu. (dany)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: