Rachmawati Soekarnoputri (ist)
TELEGRAF-Politikus senior, Rachmawati Soekarnoputri mencibir sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang enggan mengundurkan diri dari pencalonannya sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang, setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus pensitaan agama Islam oleh Bareskrim Polri.

“Sewajarnya yang bersangkutan dari segi moralitas punya mental malu, tau diri, tapi malah justru sebaliknya menunjukkan sikap arogansi alias maju terus tanpa malu-malu,” kata Rachma kepada Telegrafnews Kamis (17/11).

Dia juga menyindir sikap partai pengusung dan para pendukung Ahok yang tetap setia membela Ahok meskipun sudah jadi tersangka.

“Partai pengusung dan para pendukungnya seperti buta mata hati tetap bersorak menyatakan pejah gesang (hidup mati) membela Ahok,” ujarnya.

Dia kemudian mencontohkan budaya pejabat di Jepang yang mundur bahkan bunuh diri jika dirinya merasa bersalah.

“Bangsa Jepang ada istilah Harakiri (bunuh diri) jika yang bersangkutan merasa perbuatan salah, dan banyak contoh pemimpin-pemimpin yang mundur secara ksatria dari jabatannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno secara tegas sudah menyatakan status tersangka yang saat ini disandang Ahok tidak bisa membatalkan pencalonannya sebagai cagub DKI. Hal ini sesuai dengan Pasal 88 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Pemilihan. Seorang calon kepala daerah bisa dibatalkan setelah menjadi terpidana dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.

Sebab itu, Ahok justru bisa dipidana jika mundur dari pencalonannya karena telah melanggar Undang-Undang. (watir)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: