ascecoris smarthphone (ist)
TELEGRAF-Pengguna smartphone cenderung dengan gonta-ganti aksesoris guna mempercantik gadgetnya. Tak heran usaha ini menjadi salah satu yang paling menjanjikan. Bintang sebagai salah satu pemain besar di usaha ini, melakukan ekspansi ke Sulawesi Utara khususnya kota Manado. Namun hal ini mengundang kontroversi di kalangan pedagang aksesoris dan teknisi handphone di Manado.

Minggu (13/11) 2016 kepada Telegrafnews, Edwin Siamando yang juga pelaku usaha ini mengaku kehadiran Bintang sangat mempengaruhi pasar. "Bintang menjual aksesorisnya dengan harga yang sangat murah. Bedanya bisa mencapai 80 persen dengan harga yang kami jual," tuturnya. Hal ini membuat pedagang aksesoris lainnya mengalami penurunan omset yang drastis karena keterpautan harga yang sangat jauh.

Tidak hanya Edwin, Toni Lagaraama yang adalah teknisi handphone juga di ITC mengeluhkan hal yang sama. "Bintang tidak hanya menjual spare part dan aksesoris, tapi juga menerima service handphone. Harga jasa yang ditawarkan sangat murah dan cenderung dapat mengakibatkan merusak harga pasar yang ada," jelasnya pada Telegrafnews.

Berdasarkan pantuan Telegrafnews pedagang yang ada di bilangan ITC, Mantos, Megamall, dan Pasar 45 sudah membentuk Asosiasi Pedagang Handphone Manado. Asosiasi ini kemudian sudah menandatangani petisi yang nantinya akan diteruskan ke DPRD. Mereka menuntut agar Bintang menutup usahanya di Manado, atau setidaknya bisa mengikuti harga pasaran yang ada di Manado. (chen jackly)



Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: