ivansa saat berada di ibadah HUT lansia (ist)
TELEGRAF-Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang menghadiri ibadah HUT ke-10 Lansia Sinode GMIM di Stadion DR SH Sarundajang Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Selasa (8/11) 2016.
Acara yang diawali dengan laporan Ketua Panitia Pnt DR Olga Sajow-Singkoh MHum, dipimpin oleh Ketua BPMS GMIM Pdt DR HWB Sumakul.

Dalam khotbahnya, Pdt Sumakul mengambil bacaan Alkitab Mazmur 71:18 tentang sampai masa tuamu dan putih rambutku, Ya Allah, Janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasaMu ke angkasa ini.

"Saat ini wilayah Kawangkoan Satu, bersama kita melantunkan pujian persaudaraan, sebab seperti embun gunung hermon yang turun ke atas gunung sion, kesanalah Tuhan memerintahkan berkat kehidupan untuk selama-lamanya, segala sesuatu ada, karena Tuhan yang menjadikan," ungkap Pdt Sumakul dalam khotbahnya. 

Pdt Sumakul mengatakan, pekerjaan Tuhan dalam perjalanan pekerjaan pertemuan raya dan HUT ke-10 Lansia GMIM sangat terasa.
"Oma dan Opa boleh tua secara fisik, tapi semangat tidak boleh dibatasi dan bersaksi tentang Yesus Kristus. Ketika kita berhenti, kita mempunyai kekurangan," ujarnya.
Dirinya kemudian mengajak kepada para Lansia yang hadir untuk menyanyikan lagu Minahasa Rie Rie.

"Yang terpenting rasa persaudaraan di mana orang tua harus mengajarkan baku-baku bae, ini harus dibawah dalam hidup bermasyarakat. Kita harus mengundang Tuhan dimanapun kita berada, karena kebebasan sesungguhnya ada pada Tuhan Yesus. Teruslah bersaksi tentang kebesaran Tuhan," paparnya.

Sementara bubernur Sulut dalam sambutan yang disampaikan Staf Ahli Maurits Berhandus mengatakan, Lansi atau penuaan merupakan proses kehidupan yang tidak dapat dihindari.
"Proses lanjut usia atau penuaan ini ditandai dengan menurunnya fisik, kesehatan. Kondisi ini menjadi beban dan bergantung pada orang lain. Namun masa Lansia dapat dirayakan menjadi masa yang bermanfaat bagi banyak orang, apabila tetap punya semangat dan motivasi," katanya.
Pertemuan raya Lansia Sinode GMIM, lanjutnya, merupakan momentum eksistensi Lansia dalam memberikan yang terbaik bagi gereja dan bangsa.

"Jangan hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi sungguh dijadikan wahana untuk semakin mempererat tali persaudaraan dan memacu semangat para Lansia untuk ikut berperan dalam pembangunan jemaat, gereja serta bangsa dan negara," katanya.
Turut dalam ibadah ini, Staf Ahli Drs Maurits Berhandus mewakili gubernur, Ketua Lansia Sinode GMIM Pnt Sus Sualang-Pangemanan, Wakapolres Minahasa Kompol H Gurning, Camat Kawangkoan Dra Meike Rantung dan ribuan funsional Lansia se-Sinode GMIM yang memadati stadion tersebut. (martsindy/adv)

Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: