Noldy Lamalo (ivan/telegrafnews)
TELEGRAF- Beberapa hari terakhir, masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Sulut, sedang diresahkan dengan terjadinya kelangkaan gas LPG 3 Kg yang berdampak pada naiknya harga pertabung yang dilakukan secara sepihak oleh penjual.

Pasalnya, berdasarkan pantauan Telegrafnews.co di beberapa daerah, harga jual di pengecer menembus angka Rp 25.000, dari yang seharusnya Rp 18.000, sesuai standar harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menanggapi kondisi tersebut, Noldy Lamalo, wakil ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulut Komisi II DPRD Provinsi Sulut angkat bicara.

Ditemui diruang kerjanya, Lamalo menegaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera memanggil PT Pertamina, selaku penyuplai LPG 3 Kg.

"Terkait kelangkaan LPG 3 Kg, itu nanti Komisi II akan memanggil pemasaran Pertamina, karena mereka merupakan mitra kerja dari Komisi II. Jadi nanti kita akan agendakan pemanggilan ini, mungkin pada minggu depan," ujar Lamalo, Jumat (4/11) 2016.

Ditambahkannya, setelah melakukan hearing dengan PT. Pertamina, Komisi II akan melakukan sidak. Jika ditemukan dilapangan penyebab kelangkaan LPG 3 Kg ini dikarenakan adanya permainan dari para agen-agen 'nakal', maka pihaknya akan merekomendasi agar dilakukan penindakan.

"Langkah pertama akan kita panggil Pertamina. Lalu akan diadakan operasi pasar (Sidak). Misalnya ditemukan ada agen nakal, kami harapkan aparat kepolisian untuk tindak tegas itu, karena itu sudah merupakan tindak pidana," tegas Lamalo. (ivan pelealu)

Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: