Prosesi malam final pemilihan Utu-Keke Minut. (telegrafnews)
TELEGRAF- Ajang pemilihan Utu-Keke (Nyong dan Nona) Minahasa Utara yang berlangsung di aula Manado Independen School (MIS) Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Sabtu (12/11) malam, dinilai syarat intervensi alias ca'beres.

Agenda uji kreasi, bakat dan kemampuan generasi muda Minut lewat perwakilan-perwakilan instansi pemerintahan, tercoreng akibat ulah oknum-oknum tak bertanggungjawab. Padahal, proses pemilihan tersebut disaksikan langsung Bupati Vonnie Anneke Panambunan dan Wabup Ir Joppie Lengkong serta jajaran pejabat. Namun anehnya, indikasi dugaan praktek kecurangan terjadi.

Sesuai informasi dirangkum seumber resmi telegrafnews menjelaskan, proses pemilihan Utu-Keke awalnya berlangsung normatif sesuai prosedur yang sudah disepakati bersama seluruh EO maupun panitia penyelenggara.

"Total peserta yang mengikuti kegiatan ini ada 25 orang. Itu terbagi atas 11 orang untuk peserta Utu (nyong) dan 14 peserta Keke (nona)," beber sumber kepada telegrafnews Minggu (13/11) pagi tadi, sembari meminta namanya dirahasiakan.

Masih menurut sumber, tingkat kecurangan lewat intervensi pemilihan Utu dan Keke ini terjadi pada penentuan siapa-siapa dari peserta tersebut yang layak masuk menjadi lima besar.

"Pada nominasi 5 besar ini sangat jelas terjadi kecurangan. Mereka (Utu-Keke) yang harusnya masuk nominasi dan sudah disepakati. Tiba-tiba dianulir karena kepentingan oknum-oknum tak bertanggungjawab. Dan anehnya lagi, mereka nekat mencatut nama Bupati VAP padahal bupati tak pernah memerintahkan hal tersebut, hingga terjadi aksi protes finalis lainnya," beber sumber lagi. (david rumayar/man)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: