Severson Sumampouw Kepala Markas PMI Bitung. (ist)
TELEGRAF- Keberadaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bitung, dikeluhkan warga. Pasalnya, institusi yang mengumpulkan darah melalui aksi-aksi donor, ditenggarai melakukan penjualan darah kepada masyarakat yang membutuhkan, per kantong darah ditaksir seharga Rp350 ribu.

Kondisi itu menimpa, Sahrul (32) warga Kota Bitung, pada Selasa (1/11) 2016 malam lalu. Ceritanya, Sahrul tengah mencari sekantong darah, untuk membantu salah seorang keluarganya yang kebetulan kritis di RS AL Dr Wahyu Slamet Bitung.

Salah satu keluarga pasien Sahrul (32) yang menghubungi Telegrafnews.co untuk meminta bantuan agar mendapatkan sekantong darah mengisahkan perjuangan Keluarganya untuk bisa mendapatkan sekantong darah yang dibutuhkan saat itu.

"Kawan, tolong carikan kontak petugas PMI, keluarga saya butuh sekantong darah, karena sekarang lagi mengalami pendarahan hebat," kata Sahrul melalui pesan Whats App saat menghubungi telegrafnews.co.

Permintan itu dilakukan, karena keluarga pasien sebelumnya sudah mendatangi PMI yang berlokasi RSUD Bitung, namun petugas ditempat tersebut mengatakan bahwa stok darah yang dibutuhkan kosong.

"Kasihan. Akhirnya, kami mendapatkan sekantong darah, walaupun harus bayar harga Rp350 ribu dan itu pun kami harus meminta dengan memelas," jelasnya.
 
Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bitung, Sefferson Sumampouw menjelaskan bahwa di PMI darah tidak dijual.

"Darahnya tidak dibayar, yang dibayar itu biaya pengelolaan darah," jelasnya melalui pesan Whats App kepada Telegrafnews.co, Rabu (2/11) 2016 malam.

Lurah Wangurer Barat ini juga menjelaskan, khusus bagi pasien yang memegang kartu BPJS dan KIS (Kartu Indonesia Sehat) saat membutuhkan darah, tidak terkena biaya sama sekali.

"Bagi pemegang kartu BPJS dan KIS itu gratis," jelasnya lagi. (arham licin)

Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: