Ilustrasi infalsi meningkat (ist)
TELEGRAF- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) memprediksi, risiko tekanan inflasi di bulan ini, meningkat.

"Kondisi cuaca yang kurang mendukung produksi komoditas bumbu-bumbuan, serta peningkatan tekanan permintaan jelang akhir tahun, diproyeksi menjadi faktor pendorong inflasi November," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Peter Jacobs melalui siaran persnya pada telgrafnews.co, Rabu (2/11) 2016.

Menurutnya, upaya pengendalian inflasi terus dilakukan dengan fokus kepada pengendalian harga di akhir tahun.

Khususnya untuk komoditas strategis seperti bawang, rica, tomat (Barito). Gerakan rica rumah, pembentukan toko TPID serta pembangunan pasar provinsi yang dikelola oleh BUMD akan terus didorong dengan sinergi yang semakin kuat melalui TPID Provinsi dan TPID kabupaten/kota.

"Itu beberapa langkah strategis kita untuk menekan laju inflasi," jelas Peter.

Selain itu, kata Peter, TPID juga akan aktif menyelenggarakan operasi pasar dan sidak pasar jelang akhir tahun.

"Untuk itu dalam hal ini diperlukan koordinasi, untuk menghindari aksi penimbunan dan harga bisa stabil. Apalagi kata gubernur Sulut belum lama ini, bila sembako dan lainnya kurang, maka akan diambil dari daerah lain agar kebutuhan di Sulut tetap terjaga," ungkap Peter. (mardi)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: