Kerua SP3W Kota Bitung. (arham/telegraf)
TELEGRAF- Pasca peralihan fungsi lahan parkir permanen menjadi lokasi tempat dagangan, menyebabkan kondisi psasar tradisional Winenet, Kota Bitung, kian semerawut. 
 
Imbasnya, pengunjung kesulitan memarkir kendaraan, manakala mereka datang berbelanja di lokasi pasar tersebut.

Sebabnya, ketua Solidaritas Persatuan Pedagang Pasar Winenet (SP3W) Kota Bitung, Haji Syamparuddin, mendesak Pemerintah Kota Bitung, terkhusu Dinas Pasar, mencari solusi konkrit persoalan ini. Salah satunya, Dinas Pasar menyediakan lahan parkir baru, sehingga kesemerawutan yang terjadi di pasar Winenet bisa teratasi.

"Ini harus dipikirkan, sehingga masyarakat atau pengunjung yang datang bertransaksi di pasar tradisional Winenet lebih aman dan nyaman," pintah Haji Safar sapaan akrab Samparudin saat berbinecang bersama Telegrafnews.co di resting area Kota Bitung, Sabrtu (5/11) 2016 sore.
 
Dia berharap, permintaan SP3W bisa secepatnya ditindaklanjuti Pemkot Bitung melalui instanso tekhnsi.

"Memang peralihan fungsi lahan parkir sebelumnya demi berburu PAD. Namun, Dinas Pasar seharusnya memikirkan hal itu sebelumnya, kasihan pengunjung kesulitan dapat tempat parkir saat aktivitas padat di pasar," tandasnya. (arham licin


Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: