Finalis Utu dan Keke saat menjalani pembekalan. (telegraf)
TELEGRAF- Dugaan rekayasa dan intervensi pemenang dalam grand final pemilihan Utu-Keke yang berlangsung di aula MIS, Desa Kolongan, Kecamatan Kawalat Miut, begitu memiriskan.

Beberapa kesepatan tentang skorsing dan model penilaian yang sejak awal disepakati serta diumumkan menggunakan pola aplikasi, rupanya dikangkangi penyelenggara. Alasannya sederhana, hanya demi meloloskan anak salah satu oknum Kepala Dinas (Kadis) yang tampil menjadi peserta Utu dalam kontes bergengsi tingkat kabupaten ini.

Sesuai penulusuran telegrafnews, bila merujuk metode penilaian aplikasi ada beberapa nama yang sebearnya tidak masuk sebagai finalis 5 besar, mendadak masuk menjadi lima besar. Salah satunya, anak oknum Kadis yang juga peserta.

BERITA SEBELUMNYA: 

Sistem penilaian menggunakan metode aplikasi ini, merupakan hasil murni. Masing-masing juri memberikan penilaian lewat aplikasi, nilai itu kemudian ditambah nilai sebelumnya, hasil penambahan itu bersifat otomat dan terkunci dalam sistem aplikasi, sehingga murni dan tidak bisa diubah siapa pun.

"Memang sajak awal, sistem penilaian menggunakan aplikasi itu sudah diumumkan saat meeting peserta. Pada tahapan lima besar terjadilah kecurangan, itu dilakukan demi anak si kadis yang sebenarnya tidak masuk dimasukan. Pada tahapan 9 besar anak saya Aldo Tangkung nomor urut 5 itu memang tidak masuk. Tapi tanpa sepengetahuan saya dan atas rekayasa Kadis Pariwisata, anak saya dimasukan ke 5 besar, hingga diprotes, kami sangat malu, padahal jelas-jelas kami tidak menginginkan ini," kata Sandra Panambunan salah satu orang tua peserta.

Adapun lima nama yang harusnya masuk sebagai lima finalis di 5 besar Utu-Kek yakni:

UTU:
Nama:
1. Michael T Manua (Utusan Kecamatan Airmadidi)
2. Brian J Katiandagho (Utusan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga)
3. Gilbert A. Wuisyang (Utusan Kecamatan Airmadidi)
4. Aditya J Rey (Utusan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga)
5. Gabriel A Emor (Utusan Sekretariat Kopri)

KEKE:
Nama:
1. Felicia Tirayoh (Utusan Kecamatan Kauditan)
2. Jelidy G Sumual (Utusan BKDD)
3. Anastasya M. Lensun (Utusan Kecamatan Likupang Selatan)
4. Meisi Kalesaran (Utusan Kecamatan Talawaan)
5. Charisma Lumingkewas (Utusan Sekretariat DPRD)

Lima besar Utu dan Keke ini, nilai mereka merupakan hasil murni sesuai metode aplikasi, namun anehnya ada beberapa diantara mereka kemudian disabotas oknum-oknum tak bertanggungjawab dalam prosesi lima besar. (david rumayar/man)


Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: