Sejumlah pedagang mulai terkumpul di depan kantor Dekot Manado (leka/telegrafnews)
TELEGRAF- Lembaga Dekot Manado, Rabu (26/10) 2016, siang ini akan melaksanakan paripurnan penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

Menariknya, berdasarkan pantauan Telegrafnews.co, puluhan masyarakat yang sehari-harinya berjualan di kawasan Shoping Center telah berkumpul di depan kantor Dekot Manado untuk mempertanyakan nasib mereka, sebagaiman aspirasi yang sudah disampaikan pada beberapa waktu lalu.

"Sebelum masalah kami ini akan disampaikan dalam paripurna, sesuai janji para anggota dewan, kami meminta kepastian dulu lewat hearing. Sudah 3 minggu kami tidak berjualan karena belum ada kejelasan atas nasib kami ini," kata Nusi, salah satu pedagang kepada Telegrafnews.co.

Menurutnya, lokasi yang akan ditempati 80 pedagang yang berjualan di depan maupun lorong-lorong Shoping Center, menurut mereka tidak representatif.

"Jumlah kami lebih dari 80 pedagang. Sedangkan tempat yang disiapkan hanya bisa menampung 40 pedagang. Ini jelas-jelas akan menimbulkan konflik antara pedagang. Belum lagi, kami setiap bulannya harus membayar 500 ribu uang sewa dan 20 perhari uang kebersihan serta lampu. Jadi sebulannya 1.100.000 rupiah," tambahnya.

Mewakili rekan-rekan pedangang, lanjut Nusi, ia pun berharap lembaga dewan segera memfasilitasi persoalan ini agar ada titik terang.

"Setidaknya kami diberikan kesempatan berjualan di tempat kami semula, selama 2 bulan ini sampai akhir tahun. Kedepannya, kami siap ditempatkan dimana saja," ungkapnya. (leriando kambey) 
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: