Penyampaian aspirasi warga Sario Utara (leka/telegrafnews)
TELEGRAF- Puluhan masyarakat yang berasal dari Kelurahan Sario Utara lingkungan 1 dan 2, Kecamatan Sario, Senin (24/10) 2016, mendatangi kantor DPRD Kota Manado.

Adapun maksud dan tujuan kedatangan para warga tersebut, untuk menyampaikan aspirasi mereka, terkait bantuan bencana yang hingga kini, terdapat 50 lebih kepala keluarga yang belum terdata sebagai penerima bantuan.

Diungkapkan Rompas, perwakilan warga mengatakan, kedatangan mereka untuk mempertanyakan alasan Pemkot Manado tidak mendaftarkan kepala-kepala keluarga tersebut sebagai penerima bantuan.

"Kalau mau dilihat keadaan rumah kami saat bencana lalu, ada yang masuk kategori rusak sedang dan rusak berat. Tapi kami heran, mengapa tidak terdata sebagai penerima bantuan. Kami mensinyalir, Pala yang menyusun data, hanya pilih-pilih warga saja," kata Rompas.

Mewakili warga lainnya, Rompas berharap sebagai korban bencana, mereka mendapatkan perhatian yang sama.

"Kami berharap, sebagai korban bencana, bantuan itu dapat kami terima, sama halnya dengan warga yang lain," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Maxmilian Tatahede meminta warga untuk bersabar, karena saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan kembali untuk penyaluran bantuan bencana tahap kedua.

"Nanti akan ada penjaringan data korban bencana lagi. Mekanismenya, akan ada tim konsultan yang nantinya menjaring data di lapangan. Kemudian, data tersebut akan dirapatkan dengan pihak kelurahan. Karena sahnya data, harus ditandatangani Lurah. Seteleh di verifikasi dan validasi, baru akan diterbitkan SK Wali Kota penerima manfaat. Dari SK itu, bantuan kemudian akan disalurkan," ujar Tatahede.

Sonny Lela, Dijana Pakasi, Hengky Kawalo, Robert Tambuwun, Lilly Walandha, Markho Tampi dan Arthur Paath, merupakan anggota Dekot Manado yang menerima kedatangan masyarakat tersebut. (leriando kambey)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: