Rumah keluarga Tayu - Muwuka yang terbakar.(imartsindy)
TELEGRAF-Diduga akibat korsleting arus pendek listrik, rumah milik keluarga Utu Tayu-Mowoka di Desa Passo, Jaga IV, Kecamatan Kakas Barat terbakar, sekitar 22.30 Wita, Selasa (25/10) 2016.
Menurut penuturan Betsi (istri Utu), saat itu dirinya bersama cucu bernama Sera sudah tidur di kamar berdekatan dengan kamar yang terbakar. Sementara tidur, perasaan Betsi tak tenang dan berputar-putar karena sudah merasa panas. 

"Sebelumnya saya tidak tahu kenapa sudah panas di kamar. Saat saya menghirup nafas, ternyata ruangan sudah berasap dan loteng mulai terbakar," ungkapnya.
Sontak saja, dirinya langsung menarik cucunya dan lari ke luar dari rumah. Kemudian memanggil suami dan segera mematikan api.

"Tapi karena plavon rumah dari tripleks, api makin membesar dan menjalar ke seluruh ruangan," terang Betsi. Utu pun langsung keluar dan ikut dari pintu samping untuk memadamkan api, tapi tidak bisa karena plavon rumah mulai jatuh.

"Jadi ketika saya akan memadamkan api melewati pintu samping, akhirnya tidak jadi. Karena plavon mulai jatuh," jelasnya.
Sementara itu, dirinya mendengar cucu mereka bernama Rasty yang waktu itu tidur di kamar dengannya, berteriak.

"Istri saya langsung menuju kamar tersebut, tapi karena pintu masuk kamar mulai terbakar, maka dia (istri) ikut melalui warung dan masuk lewat pintu kecil antara kamar dan warung. Lalu membawa keluar cucu kami," jelasnya.
Dalam peristiwa ini, kata Utu, tidak ada barang yang bisa diselamatkan, karena api cepat menyebar.
"Barang-barang berharga tak ada yang diselamatkan. Sementara rumah terbakar, saya sempat melempar beberapa tabung gas ke luar dari warung ke jalan," ungkapnya.
"Waktu kami di lokasi, ada bunyi ledakan yang berasal dari dalam rumah," ungkap Jemi Walangitan salah seorang warga. Setelah diketahui, kata Utu, ada kemungkinan ledakan itu berasal dari travo. Karena pada saat rumah terbakar akibat korsleting, di dekat titik api ada travo.

"Saya curiga yang meledak adalah travo, karena colokan dimana yang mengakibatkan kebakaran dibawahnya ada travo. Jadi api cepat membesar kemungkinan merembetnya api ke kain gordeng, pintu kayu dan spring bed serta lemari pakaian," tuturnya.

Menariknya, pada saat peristiwa terjadi, lonceng GMIM Immanuel Passo pun dibunyikan. Dan ini merupakan kebiasaan/tradisi di Desa Passo selama ini.
"Karena sudah jadi kebiasaan di sini, jadi setiap peristiwa seperti kebakaran ini lonceng harus dibunyikan. Lonceng dibunyikan kurang lebih selama lima menit," ungkap Rian Kaeng, pemuda Passo yang membunyikan lonceng.

Sekitar pukul 23.20 Wita, empat mobil pemadam kebakaran tiba di Desa Passo, namun karena api sudah padam, hanya dua unit yang masuk TKP dan langsung memadamkan bara api. 
"Mobil Damkar yang datang ada empat, tapi dua tidak masuk ke lokasi. Hanya dua yang masuk TKP untuk memadamkam bara api yang tersisa," kata Utu.

Sementara ketika dikonfirmasi, Kapolsek Kakas IPTU Mardy Tumanduk mengatakan, pihaknya sudah memantau lokasi dan TKP sudah di police line.
"Rumah keluarga sudah di police line. Untuk sementara, penyebab kebakaran ini diduga karena terjadi korsleting," pungkas Tumanduk. 
Atas kejadian ini, keluarga Utu Tayu-Mowoka ditaksir mengalami kerugian material sekitar Rp100 juta. (martsindy rasuh)

Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: