Gresye Reppy (kaos putih) saat menunjukkan luka-luka yang ada di wajah putranya (gary/telegrafnews)
TELEGRAF- Dengan nada sedih, diiringi isak tangis, Gresye Reppi, warga Kelurahan Pondang, Lingkungan III, Kecamatan Amurang Timur, saat ditemui di ruang IGD RSUP Prof Kandou Manado, Selasa (25/10)2016 siang  berujar bahwa ia menuntut keadilan.

Seruan Gresye kepada Telegrafnews.co tersebut terkait peristiwa penganiayaan terhadap Rifra Tombey yang merupakan putranya, yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum anggota Buser Polres Minsel, karena dipengaruhi alkohol.

"Saya menuntut keadilan, yang seadil-adilnya, kalau perlu oknum anggota-anggota Buset tersebut, dipecat," seru Gresye.

Dijelaskannya, kondisi tubuh putranya akibat pemukulan tersebut, masih sangat memprihatinkan.

"Sempat dirawat di RS Kalooran Amurang, namun kemudian disuruh pulang, dengan alasan bisa rawat jalan," beber Gresye yang mendampingi putranya terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit.

Namun bukannya berangsur pulih, lanjut Gresye, putranya justru sering mengeluh sakit di bagian wajah, dada dan kepala bagian kiri belakang, sehingga pihak keluarga akhirnya membawa korban ke RSUP Kandouw.

"Anak saya yang jadi korban pemukulan tanpa sebab, ternyata biaya pengobatannya pun harus kami keluarga yang tanggung," imbuhnya.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Marjuki, Selasa (25/10) 2016 sore tadi, saat dikonfirmasi melalui grup Medsos wartawan pos Liputan Polda berujar singkat.

"Masih sementara diperiksa dan didalami, kenapa semua ini terjadi," jawabnya. (gary kaligis)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: