Wartawan telegrafnews.co bersama cecep dan feibe .(jimry)
TELEGRAF- Sebagai pekerja, baik di perusahaan swasta maupun lingkungan pemerintahan, tentu memiliki hak dan kewajiban. Kedua hal tersebut harus sejalan. Sehingga tidak menjadi sia-sia karena berbanding lurus.

Seperti para penyapu jalan di Kota Tomohon yang berada dibawah naungan pemerintahan.  Meski hanya bersifat tenaga kontrak, namun pemerintah juga wajib memperhatikan hak mereka. Salah satunya, terkait jaminan kesehatan. Apalagi, aktifitas dari Penyapu Jalan ini beresiko mengganggu kesehatan karena sering bersentuhan dengan sampah.


Seperti diungkapkan, Cecep dan Feibe, pasangan suami istri yang berprofesi sebagai Penyapu Jalan di area Pusat Kota Tomohon, saat diwawancarai Telegrafnews.co, Senin (17/10) 2016.

"Saat ini kami mendapatkan honor sebesar 1,5 juta rupiah per bulan. Memang kalau mau jujur jumlah itu tidak mencukupi. Namun, kami tetap bersyukur karena bisa mendapatkan pekerjaan yang mulia ini," beber keduanya.

Dengan alasan tidak berkecukupan, keduanya melakukan aktivitas sampingan seperti bertani dan sebagai pembantu rumah tangga, untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Suami saya juga bertani. Sedangkan saya terkadang mencuci baju, setrika dan memasak di salah satu keluarga. Yah, agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga," tutur Feibe.

Ditambahkan Cecep, mereka tidak menuntut pemerintah menaikkan honor, namun yang perlu diperhatikan adalah masalah jaminan kesehatan.

"Memang kalau istri dan anak saya sudah dapat BPJS dari pihak gereja. Namun, bagi kami sebagian besar penyapu jalan lain belum juga mendapatkan BPJS dari pemerintah. Kali lalu, sudah sempat mengurus berkas namun belum berlanjut. Semoga kedepan, teman-teman penyapu jalan lainnya bisa mendapat jaminan kesehatan tersebut," harapnya, mewakili seluruh tenaga Penyapu Jalan di Tomohon.(jimry lagimbana)


Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: