Mauren Bungai, SH (ivan/telegrafnews)
TELEGRAF- Penutupan tempat belajar mengajar TK Tunas Bhakti yang dilakukan oleh Pengurus Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Sulawesi Utara (Sulut), membuat pihak Yayasan Samitra Manado yang merupakan pengelola TK Tunas Bhakti menjadi geram.

Berita Sebelumnya:
Kasihan.. Gedung Diambil Alih Pemilik, Puluhan Siswa Belajar diluar Sekolah

Pihak Yayasan Samitra Manado yang diwakili oleh Mauren Bungai, SH selaku pengawas Yayasan Samitra Manado yang ditemui Telegrafnews.co dilokasi kejadian mengecam tindakan yang dilakukan oleh Puskud Sulut.

"Sangat disayangkan memang, mereka yang menyebut diri Pengurus Puskud, ternyata tidak punya hati nurani, tidak punya intelektual, tidak punya moralitas, mereka tidak membantu negara ini untuk mencerdaskan anak-anak ini untuk duduk dibangku sekolah," ucap Mauren dihadapan para orang tua murid, Rabu (25/10) 2016.

Ditambahkannya, Pihak Yayasan Samitra Manado telah melakukan kontrak kesepakatan bersama Pengurus Puskud Sulut dengan sangat baik dihadapan notaris dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.

"Kami telah melakukan kontrak kesepakatan dengan sangat baik dihadapan notaris dan itu sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di negara ini," ujar Mauren.

Mauren pun menyebutkan apa yang dilakukan oleh pihak Puskud dengan menutup tempat belajar anak-anak TK Tunas Bhakti merupakan suatu tindakan yang sepihak dan anarkis.

"Saya pikir itu suatu tindakan yang sepihak dan anarkis." sesal Mauren. (ivan pelealu)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: