Jokowi dan jusuf Kalla (ist)
TELEGRAF-  Dua tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla banyak menuai kritik maupun pujian. Kritik keras terutama datang dari para politisi oposisi pemerintah. Sebut saja misalnya Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Keduanya secara kompak mengatakan tidak ada prestasi yang dicapai Jokowi selama 2 tahun jadi RI 1. Bahkan mereka menuding mantan gubernur DKI itu selama ini hanya pencitraan.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Nusyirwan Soejono menganggap wajar jika ada pihak yang belum merasa puas atas kinerja Jokowi, apalagi ketidakpuasan itu disampaikan oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Meskipun berbagai hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik atas kinerja Jokowi-JK cukup tinggi.

Menurutnya, partai politik yang menjadi oposisi pemerintah ataupun pengamat partisan memang cenderung hanya mencari kelemahannya saja. Mereka tidak akan menyampaikan ke publik prestasi pemerintah selama ini seperti pembangunan jalan di daerah-daerah perbatasan yang oleh pemerintah-pemerintah sebelumnya tidak pernah tersentuh.

"Oposisi juga tidak akan menyampaikan keberhasilan Program KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan KIS (Kartu Indonesia Sehat), yang sudah dibagikan kepada jutaan rakyat ataupun tentang pembangunan jalur kereta Trans Sulawesi, sebagai sebuah jawaban jelas bahwa orientasi pembangunan tidak hanya di Jawa saja," papar anggota Komisi V DPR RI ini melalui keterangan persnya, Minggu (23/10) 2016.

Nusyirwan juga mengungkapkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang baru terealisasi pada masa Jokowi meskipun rencananya sudah 35 tahun yang silam.

"Sudah pasti ( pembangunan MRT) tidak dikemukakan sebagai terobosan dalam bidang transportasi," katanya. (watir)

Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: