Uskup Manado Mgr Josep Suwatan menyambut jenasah.(Foto:rey/Telegrafnews.co)

TELEGRAF- Uskup Manado Mgr Josep Suwatan, mengatakan almarhum Pastor Yori Yakobus Sandehang, Pr adalah sosok imam yang memberikan dirinya secara penuh dalam melayani umat.

Dia tidak tanggung-tanggung dan bekerja all out dalam mengikuti Yesus.
"Dia orang yang tidak tanggung-tanggung. All out memberikan diri mengikuti Yesus yang memanggilnya," kata Mgr Suwatan, saat menerima jenasah Almarhum Pastor Yori, di Gereja Katedral Manado, sekira pukul 10.30 Wita, pagi tadi.

Di gereja inilah, empat tahun silam, almarhum Pastor Yori ditahbiskan menjadi imam dan dari gereja ini juga dia diberi tugas perutusan ke tengah-tengah umat di Keuskupan Manado.

Uskup juga menjelaskan perjalanannya menjadi imam tidak terlalu mulus. Penuh pergumulan sekaligus komitmen yang kokoh dalam mengikuti Yesus.

"Waktu itu (pertengahan pembinaan di Pondok Emaus) dia minta kepada uskup untuk berhenti. Ada sesuatu yang ingin dia bereskan dalam pergumulan hidupnya. Dan mohon kalau sudah selesai dia melanjutkan lagi sebagai calon imam.  Dan itulah perjalanannya, suatu pergumulan dan niat yang keras untuk menjawab panggilan Tuhan," urainya.

Menurut Uskup, sebagai imam muda, Pastor Yori adalah sosok imam yang penuh semangat. Dalam masa pelayanan yang singkat, dia sudah melayani umat di Bitung, Tomohon, dan terakhir di Tentena, Sulawesi Tengah yang umatnya sementara tumbuh berkembang dengan wilayah yang luas.

"Yesus juga memberikan diri, hanya tiga tahun dia berkarya. Yori juga belum lama sebagai imam, sekitar empat tahun. Sebagai imam muda, dia dengan semangat memberi diri, mengikuti Yesus berbuat baik di paroki yang luas itu. Tapi, Tuhan menghendaki lain. Marilah kita pada kesempatan ini mensyukuri segala kasih karunia Tuhan yang memberikan kesempatannya untuk menjalani tugas panggilan imam sebaik-baiknya dan dia memberikan dirinya sampai pada akhirnya," ajak Uskup.

Uskup juga mengajak seluruh umat yang hadir untuk memaknai perjalanan hidup Pastor Yori dan peristiwa kematian itu sebagai bahan refleksi bagi kehidupan mereka masing-masing.
(baca juga: Isak Tangis Lepas Jenazah Pastor Pendamping Para Migran untuk Disemayamkan di Katedral Manado)

"Marilah kita mendoakan dan merenungkan perjalanan pastor muda ini, sebagai refleksi atas panggilan hidup kita masing-masing. Tuhan memberkatinya dan memberkati kita, sehingga kita boleh menerima kepergiannya sehingga akhirnya kita boleh bersama dengan Tuhan Yesus di kayu salib dan boleh mengatakan 'Bapa sudah selesai',” kunci Uskup.

Jenasah Pastor Yori, akan disemayamkan semalam di Gereja Katedral. Pada pukul 20.00 Wita, malam ini, diadakan Misa Requiem dan pada pukul 10.00 Wita, besok, dibuat misa pelepasan untuk diantar ke pemakamam para imam Keuskupan Manado di Kakaskasen, Tomohon. (reynaldus atapunang)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: