Pulau Miangas (mardi/telegrafnews)
TELEGRAF- Kapal yang berlabu ke Miangas, hanya dua yakni KM Sangian dan kapal milik negara KM Meliku Nusa (Barong Dunia/Keliling Dunia) yang kini sudah diambil alih PT Pelni.

Namun yang paling aktif berlabu sekali dua seminggu, hanya KM Sangian. Fatalnya, sekitar 500 meter sebelum tiba di Pelabuhan Miangas, KM Sangian tak jarang mengulur waktu, 2-3 jam berputar-putar dengan mengikuti pergerakan ombak di perairan Miangas.

Maklum, perairan Miangas masuk dalam zona Cuaca El Nino Filipina, mengakibatkan perairan Miangas, cuacanya sulit diterka. Kadang badai angin disertai ombak, dan cuaca lainnya yang cukup berisiko untuk dilalui.

Baca Juga:
Mohon Diperhatikan!!! Produksi Kopra Di Miangas Terhambat, Ini Masalahnya.. 

Menurut James Namare, warga Miangas, jadwal masuk KM Sangian memang hanya sekali per dua minggu.

"Itu jika cuaca bagus, masuknya normal. Tapi bila sebaliknya, bisa lebih dari itu. Bahkan tak jarang sekali sebulan masuknya dan itu gara-gara cuaca Al Nino dari Filipina," ujar James melalui hadphone pada telegrafnews.co, Minggu (23/10) 2016.

KM Sangian selain mengangkut penumpang, juga merupakan satu-satunya moda transportasi barang dan sembako andalan masyarakat kepulauan.

Miangas sendiri merupakan pulau paling terluar paling utara Indonesia yang masuk dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Miangas berbatasan langsung dengan Filipina. (mardi)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: