Enkim Entiman (ist)
TELEGRAF-Meski kekurangan ruang kelas pasrtisipasi siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Melonguane terus meningkat.

Anak-anak yang bersekolah di sekolah ini datang dari latar belakang keluarga yang bervariasi. Mulai dari buruh pelabuhan hingga pegawai negeri.

Oprin Maarisit, salah satu orang tua murid menuturkan, alasan dia menyekolahkan anaknya di sekolah ini karena tidak ada uang sekolah (SPP) alias gratis.

"Kalau di sekolah lain masih ada SPP, tapi di sekolah ini tidak ada lagi SPP," ujar pegawai negeri di Pemkab Talaud itu.

Kepala Sekolah Enkim Entiman, kepada Telegrafnews.co, Rabu (26/10) 2016 mengatakan pembebasan SPP tersebut sudah berjalan selama dua tahun. Sejak dirinya dipercayakan memimpin sekolah ini.

Alasannya simple, menata sekolah ini secara sederhana tanpa harus membebankan orang tua siswa, terutama dari kalangan kurang mampu.

"Ada yang bilang saya kepala sekolah bodoh. Tapi tidak apa-apa, karena saya terdorong untuk menata sekolah ini secara sederhana dengan memaksimalkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang disiapakan pemerintah," ujarnya.

Dana BOS yang diterima SDN Inpres Melonguane bervariasi tiap triwulannya tergantung dari jumlah siswa. Untuk triwulan I misalnya,  sebanyak Rp68.800.000 kemudian naik menjadi Rp70.800.000 pada triwulan II.

"Semoga dengan tidak ada biaya sekolah ini makin mendorong orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah," harapnya. (reynaldus atapunang)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: