TELEGRAF-Sejumlah pegawai yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talaud menuntut selisih gaji dan uang jasa layanan BPJS segera dibayarkan.

Sebut saja Leni, honorer yang bekerja sudah lebih dari setahun ini mengatakan selisih gaji, akibat adanya kenaikan gaji pada 2016 ini belum ia terima.

"Padahal waktu lalu saat kami pertanyakan itu, dibilang terima jo ini  nanti mo bekeng dia pe selisih dan mo terima Oktober, mar so mo abis ni Oktober belum torang terima," katanya, kepada Telegrafnews.co, Rabu (26/10) 2016.

Ia mengaku, setiap bulan dirinya menerima gaji honorer sebesar Rp1,5 Juta. Namun sejak Januari 2016 terjadi kenaikan, meskipun dia sendiri belum mengetahui berapa besar kenaikan gaji tersebut.

"Jadi selisih gaji itu, so sepuluh bulan belum dibayar dari Januari sampai Oktober," keluhnya.

Selain itu, menurut pengakuan pegawai negeri, sebut Nansi (nama samaran) mengaku sudah 10 bulan tidak menerima uang jasa layanan BPJS. Terhitung sejak Januari hingga Oktober 2016.

"Padahal selang Januari sampai Juli pihak managemen rumah sakit telah mengajukan klaim dan sudah dibayarkan oleh pihak BPJS ke rumah sakit sekira Rp3 Miliar lebih," katanya. (reynaldus atapunang)

Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: