Arther Biapong, pengunjung Pulau Miangas ini ikut mencicipi Daluga.(mardi/telegrafnews)
TELEGRAF- KM Sangian adalah satu-satunya kapal yang aktif berlabu di periairan Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Jika KM Sangian terlambat masuk dan persediaan sembako di Miangas habis, maka masyarakat Miangas hanya mengonsumsi 'Daluga' (Tumbuhan sejenis Talas, dan hanya ada tumbuh di Miangas), sebagai makanan pokok mereka awal adanya manusia menempati Pulau Miangas.

Baca Juga:
Ngeri Coy.. Cuaca Al Nino Penyebab Enggannya Kapal ke Miangas

Selain sembako, bila kapal terlambat, berimbas pada pengiriman hasil produksi pertanian untuk dijual ke daratan utama Sulut.

"Andalan kami masyarakat Miangas agar tetap bertahan hidup, untuk makan dan menjual kopra hanyalah jadwal kedatangan kapal," ujar James Namare, warga Miangas melalui handphone pada telegrafnews.co, Minggu, (23/10) 2016.

Maklum, Miangas dari dulu hingga kini, tidak memiliki lahan persawahan. Tidak ada perbankan, listrik terbatas, bahkan tower provider (telepon) menggunakan token. Jaringannya pun masih GSM (No Internet).

Jarak perjalanan laut dari Kota Manado ke Miangas, 3-4 hari (tergantung kapal). Miangas merupakan pulau paling utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina. (mardi)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: