Toar Palilingan (leka/telegrafnews)
TELEGRAF- Akademisi Unsrat, Toar Palilingan berpendapat, pelaksanaan regulasi di Kota Manado tidak hanya kurang maksimal. Namun, pada kenyataannya masih tebang pilih.

"Regulasi saat ini mengikuti penguasa (pejabat/pengusaha). Seharusnya Penguasa mengikuti regulasi. Kalau masyarakat biasa ditindak, kalau pengusaha diberikan toleransi," sindir Palilingan, pengamat hukum dan pemerintahan di Sulut ini.

Dikatakannya, dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan, pemerintah diharapkan memiliki ketegasan, agar tidak membuat masyarakat acuh terhadap regulasi dan menyebabkan kewibawaan pemerintah melemah.

"Pemerintah itu harus bekerja sesuai sistem. Bukan secara individu. Ketika sudah ada kebijakan dari seorang pejabat, tapi kemudian posisi digantikan orang lain, kebijakan tersebut tidak berjalan. Ketegasan pemerintah saat ini diuji, jangan sampai masyarakat saja yang ditindak," tegasnya.

Ditambahkannya, persoalan IMB bukan hanya pelanggaran yang dilakukan masyarakat. Tapi lembaga pemerintahan juga turut melakukan pelanggaran tersebut.

"Bukan saja masyarakat. Ada juga bangunan milik pemerintah yang tidak ber-IMB. Kalau seperti itu, masyarakat dan pemerintah juga sama-sama menyalahi regulasi yang ada. Jadi seharusnya, bukan saja masyarakat ditindaki tapi harus ada peraturan baru yang memberikan sanksi kepada instansi pemerintah yang membangun tanpa IMB," imbaunya. (leriando kambey)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: