Kepala Inspektorat Minut. (nanang/telegraf)
TELEGRAF- Dugaan kepemilikan paket proyek APBD yang diklaim 'milik' oknum di Kejaksaan Minahasa Utara dan sempat menghebohkan publik beberapa waktu lalu, ternyata ditelusuri Inspektorat Minut secara diam-diam.

Data dirangkum telegrafnews dari 13 paket yang dikabarkan milik kontraktor 'suruhan' oknum di Kejari Minut, ada sekitar delapan paket yang berhasil ditemukan. Pekerjaan delapan paket yang total nilainya berbandrol miliaran rupiah itu, bersumber dari APBD 2015 tersebut, disinyalir syarat penyimpangan.

Soal adanya pemeriksaan paket-paket yang diduga milik kontraktor 'suruhan' Kejari Minut itu, tak dibantah Kepala Inspektorat Umbase Mayuntu.

Menurutnya, proyek-proyek tersebut dalam pemeriksaan tim inspektorat dan memang ada indikasi penyimpangan. Jika digabungkan, anggaran proyek itu nilainya begitu fantastis, sebab rata-rata dikisaran 199- 360 juta per paket.

"Kita sudah buat telaah, pemeriksaan dan lakukan tinjauan lapangan. Ada temuan penyimpangan dalam delapan paket proyek tersebut," kata Umbase dikonfirmasi Selasa (25/10) di ruang kerjanya.

Disinggung, apakah benar proyek-proyek tersebut milik kontraktor yang kabaranya suruhan oknum di Kejaksaan Minut? Umbase enggan berkomentar lebih.

"Yah, kawan-kawan (wartawan) cerna saja. Pastinya, khusus delapan paket tersebut memang dalam pemeriksaan dan segera disampaikan tembusan ke pihak berwajib," bebernya. (nanang noholo)

Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: