Nampak anak-anak TK Tunas Bhakti bersama Gurunya sedang berada diluar gedung Puskud Sulut.
TELEGRAF- Terkait penutupan sekolah TK Tunas Bhakti, pihak Yayasan Samitra Manado melalui Mauren Bungai, SH selaku pengawas Yayasan Samitra Manado pun angkat bicara.

Kepada Telegrafnews.co, Mauren menjelaskan bahwa gedung yang ditempati oleh TK Tunas Bhakti saat ini adalah milik Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Sulawesi Utara (Sulut) yang disewa oleh Yayasan Samitra Manado.

"Kami menyewa gedung Puskud ini dari tahun 2013 dan akan berakhir di tahun 2017," ucap Mauren kepada telegrafnews.co

Lanjut dijelaskannya, saat itu mereka melakukan kontrak kerjasama dengan pengurus lama Puskud Sulut yaitu Frits Tairas cs, dimana status kepengurusan Tairas cs di Puskud Sulut waktu itu sampai 2017.

"Memang kami melakukan kontrak kerjasama ini dengan pengurus yang lama Bpk Frits Tairas cs, tetapi status kepengurusan mereka itu sampai tahun 2017," jelas Mauren.

Namun kemudian terjadi konflik internal ditubuh Puskud Sulut, sehingga di tahun 2015 terjadi pergantian pengurus Puskud yang baru, sejak saat itulah keberadaan TK Tunas Bhakti di kantor Puskud Sulut terganggu.

"Nah Kemudian di tahun 2015 katanya terjadi konflik internal didalam Puskud itu sendiri, nah sejak saat itulah mereka mencoba mengganggu dan merongrongan keberadaan kami digedung ini," ujar Mauren.

Mauren pun menyesali konflik internal Puskud Sulut ini, merembes hingga ke TK Tunas Bhakti yang mengakibatkan puluhan anak yang bersekolah di TK Tunas Bhakti terancam tidak bisa bersekolah lagi.

"Persoalannya, apapun yang terjadi di internal Puskud harusnya tidak menjadi tanggung jawab kami (Yayasan Samitra Manado)," sesal Mauren. (ivan pelealu)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: