Para siswa dan siswi SMP Negeri 10 yang diterlantarkan di Bali (ist)
TELEGRAF- Para Siswa SMP Negeri 10 Manado yang masih tertunda kepulangan dari Denpasar, Bali ke Manado karena mengikuti lomba Maengket pada Festival Kawanua, yang diduga akibat kelalaian dari pihak travel mendapat tanggapan dari Dekot Manado.

Wakil ketua Danny Sondakh menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Manado untuk mencari solusi atas kejadian yang menimpa para siswa dan para guru pendaping.

"Saya secara teknis masih belum paham persoalannya, akan tetapi harapan saya karena keberangkatan anak-anak ini secara resmi. Nanti kita akan berkoordinasi
dengan Diknas dan komisi terkait untuk win-win solustion agar anak-anak bisa kembali ke Manado," ujar Sondak, Selasa (18/10) 2016.

Baca Juga: Diduga Jadi Korban Penipuan Travel, 28 Bocah Manado Terlantar di Bali

Selain itu Ketua Komisi D yang membidangi pendidikan, Apriano Ade Saerang mengatakan, pihaknya akan menelusuri persoalan tersebut secara serius.

"Kita perlu mengetahui terlebih dahulu apakah ini merupakan murni kelalaian dari pihak panitia atau dari travelnya," tegasnya.

Ketua Komisi D ini juga menyatakan jika salah satu dari pihak itu terbukti lalai maka pihak tersebut akan dipanggil.

"Maka kita perlu memanggil pihak terkait untuk mengklarifikasi masalah ini, serta meng-follow up-nya," tutur Saerang.

Ditambahkannya, pihaknya menyayangkan dengan apa yang dialami oleh para siswa-siswi tersebut. Akan tetapi, terlepas dari itu Pemkot harus ada tindakan penyelamatan.

"Kita tentunya sangat memberikan apresiasi yang tinggi kepada Brimob Denpasar yang telah bersedia menampung anak-anak untuk berlindung," tambahnya. (joko mantu)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: