Dana BOP adalah bantuan APBN yang dimanfaatkan untuk guru TK se-Indonesia. (ist)

TELEGRAF- Ancaman 164 tenaga guru taman kanak-kanak (TK) di Minsel, Sulut, bakal melakukan boikot proses belajar mengajar, bukan tanpa alasan.

Rencana aksi itu, disebabkan sejak Juni lalu, mereka belum menerima dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahun 2016 berbandrol Rp2,9 miliar. Padahal berdasarkan informasi, dana subsidi Kemendikbud yang diproyeksikan untuk membantu pembiayaan operasional TK dan honor tenaga guru, sudah diberikan pemerintah pusat namun tak kunjung diterima mereka.

“Aneh kabarnya sudah berada di kas daerah, namun kenapa sampai berbulan-bulan kami (guru) belum menerimanya," kata Arnol (samaran) salah satu guru TK kepada telegrafnews.co Rabu (26/10) 2016.

Menurutnya lagi, berprofesi sebagai guru TK cenderung mengabdi, bukan mencari nafkah hidup untuk keluarga. Namun karena pemerintah menyediakan dana BOP, maka seharusnya direalisasikan tepat waktu.

Berita Sebelumnya:

“BOP adalah hak guru TK dan sekolah TK semata-mata, karena begitulah dasar pemerintah mengalokasikannya dalam APBN dan sesuai Juknis seharusnya sudah dibayarkan sejak Juli 2016 lalu,” paparnya.

Untuk itulah, apabila hingga akhir Oktober 2016 ini belum juga dibayarkan, maka para guru honorer TK ini mengancam akan mongok mengajar, karena tidak jelas apa yang jadi penyebab sampai dana BOP masih ditahan Dikpora.

“Terus terang saja, ada dari guru TK Minsel sempat ke Jakarta dan menanyakan ketersediaan dan mekanisme pencairan BOP. Kata sejumlah pejabat di Kementerian Pendidikan mengatakan bahwa dana itu khusus untuk guru TK dan operasional TK sendiri dan harus dibayarkan tepat waktu sesuai Juknis,” jelasnya lagi. (jufan dissa)
Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: