TELEGRAF-Di pertengahan tahun 2016 ini, Polda Metro Jaya merilis angka kecelakaan yang terjadi penurunan dibandingkan dengan angka di 2015. Hal tersebut juga berbanding lurus dengan penurunan pada kasus tabrak lari.

AKBP Budiyanto, Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa angka tabrak lari di 2016 hingga Oktober, tren penurunannya mencapai 9% jika dibandingkan dengan tahun 2015.

“Tabrak lari tren penurunannya mencapai 9% dari 1.437 di tahun 2015 menjadi 1.301 di tahun 2016,” ucap AKBP Budiyanto dalam pesan tertulisnya melalui facebook pribadinya, Jakarta, Senin (24/10) 2016.

Hal tersebut, juga menurutnya, diikuti dengan menurunnya jumlah korban kecelakaan. “Sementara korban meninggal dunia terjadi tren penurunan hingga 8% dari 145 orang di tahun 2015 menjadi 134 orang di tahun 2016,” lanjutnya.

Dalam pasal 312 No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, mengatur bahwa Tabrak Lari dikategorikan sebagai tindak pidana kejahatan. Terdakwa Tabrak Lari akan dikenakan hukuman 3 tahun penjara serta denda Rp75.000.000. (amie)



Axact

Axact

Lugas dan Inspiratif

Post A Comment: