Badan Keuangan Minahasa Utara

Badan Keuangan Minahasa Utara

TRENDING NOW

PELUNCURAN: Axel Galatang presiden Sangar Tangkasi melunucrukan karya "Selendang Sutera". (arham/telegraf)
TELEGRAFNEWS - Seniman terbaik Sulut berlatar belakang juranlis, tak bosan menghadirkan karya-karya seni terbaik, aa dia adalah Axel Galatang. 

Sabtu (22/4) 2017 di gedung Kesenian Girian, putra terbaik Kota Bitung ini, launching Antologi Drama bertajuk 'Selendang Sutra', karya terbaiknya ini dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, termasuk wali kota dan wakil wali kota.

"Selendang Sutera" merupakan drama yang diangkat dari buku ketiga karangan nya, sekaligus persembahan Axel kepada dunia seni di Kota Bitung.

Wali Kota Bitung Maxmilian Lomban didampingi Wawali Maurits Mantiri memberikan apresiasi luar biasa. Menurut Lomban, karya Axel atas peluncuran drama musikal tersebut sungguh luar biasa. Dan berharap, hal ini dapat memotivasi sekaligus mendorong masyarakat dalam berkarya.

"Selaku presiden sanggar Tangkasi Kota Bitung dan juga selaku insan pemerhati pembinaan generasi muda, serta tokoh budayawan senior yang sangat berprestasi, dikagumi dan menjadi panutan di berbagai kalangan, karena pada hari ini dengan adanya Launching buku ke tiga yang berjudul Antalogi Drama “Selendang Sutra” dan Launching Album ke dua yaitu Album musikalisasi puisi “Episode Cinta” karya dari Bung Axel dapat menjadi motivasi bagi kaum muda untuk juga ikut mempersembahkan karya karya yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat," tandasnya. (arham licin)
Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang. (ist)
TELEGRAFNEWS - Banyak potensi yang bisa dikembangkan di Kabupaten Minahasa, salah satunya adalah potensi pariwisata. Kata Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang, pesisir pantai timur Minahasa memiliki semua kriteria yang bisa menarik wisatawan baik lokal maupun internasional.

"Sebagian besar destinasi wisata pantai di wilayah tersebut masih alami, peminat pun banyak," ungkap IvanSa, Minggu (23/4) 2017.

Pastinya, lanjut Sarundajang, ini merupakan 'harta karun' yang perlu dikembangkan. Selanjutnya bisa digali potensinya.

"Buktinya, ada begitu banyak turis yang berkunjung ke Minahasa belakangan ini, bahkan tertarik dengan pantai serta keindahan bawah laut," sampainya. 

Jika sudah diperbaiki atau dipercantik, otomatis perekonomian masyarakat pesisir terbantu dan dampaknya sampai pada perkembangan perekonomian daerah.
 
"Pemerintah memberi perhatian lebih terhadap sektor pariwisata. Untuk itu, fasilitas-fasilitas pendukung untuk menunjang pariwisata di Minahasa terus dibenahi," terangnya.
 
Sementara salah satu warga Atep Wakulu Nonutu berharap, pemerintah tidak setengah-setengah terkait pengembangan lokasi-lokasi wisata. Sebab menurutnya, potensi wisata di pesisir pantai timur Minahasa sangat banyak.

"Sebelumnya yang jadi halangan wisatawan berkunjung ke pantai timur Minahasa terkendala karena akses jalan yang jelek. Tapi sekarang akses jalan utama sudah dan sementara diperbaiki, jadi jalan tidak lagi jadi masalah," tandasnya. (martsindy rasuh)
ilustrasi.
TELEGRAFNEWS - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial JT alias Jane (42) warga Kelurahan Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang, terpaksa harus datang ke Mapolresta Manado. Dia bertandang ke Polresta, Minggu (23/4) 2017 sore dan melaporkan  suaminya JW alias Jems, atas dugaan tindakan penganiayaan pada Jumat (21/4) pukul 14.30 WITA.

Ceritanya, korban berada di dalam rumah, datang pelaku dalam keadaan mabuk, langsung memukul wajah dan kepala korban secara berulang kali.

"Saya ementara duduk duduk dirumah, tiba-tiba dia (pelaku) datang sudah mabuk dan memukul saya tanpa sebab," ujar korban saat melaporkan peristiwa ini.

Tak hanya sampai disitu, pelaku mengambil bantal tidur di dalam kamar dan menindih wajah korban kemudian memukul rusuk sebelah kiri. Akibatnya, korban mengalami luka di wajah dan kepala, serta sakit pada rusuk.

Setelah puas menganiaya korban, pelaku pergi meninggalkan korban dalam kondisi tak berdaya. Beruntung, tetangga korban sempat mendengar teriakan korban langsung membantu untuk mengantarnya ke rumah sakit.

Kasubag Humas AKP Roly Sahelangi membenarkan adanya tindakan kekersan terhadap korban.

"laporan sudah kami terima selanjutnya akan segera di tindak lanjuti," sembari mengatakan memang salah satu faktor pemicu tindak kejahatan adalah minuman keras. (daddy)
APRESIASI: Bupati VAP mendukung penuh pelaksanaan Pekan Kerukunan Nasional yang terpusat di Sulut.
TELEGRAFNEWS - Soal keberagaman, mata Indonesia bahkan dunia tengah tertuju ke Sulut, keharmonisan dan kerukunan, menjadikan daerah dengan sebutan Nyiur Melambai ini, maju dan berkembang.

Minggu (23/4) 2017, daerah yang dianugerahi potensi luar biasa ini, boleh dibilang menjadi titik koordinat keberagaman dengan digelarnya Pekan Kerukunan Nasional 2017, sebagai tanda kecintaan masyarakat untuk hidup berdampingan tanpa ada perbedaan kultur, agama, status sosial maupun lainnya.

DIBUKA: Kegiatan Pekan Kerukunan Nasional 2017 dibuka langsung Wapres RI Jusuf Kalla.
Dibuka langsung Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, agenda Pekan Nasional 2017 dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, kepala daerah se-Sulut, tokoh lintas agama, pemuda dan berbagai kalangan menjadi simbol perekat kebersamaan.

Bagi Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP), dipilihnya Sulut menjadi pusat pelaksanaan Pekan Kerukunan Nasional 2017, sebuah kebahagaian luar biasa, sekaligus tanda daerah ini begitu toleran terhadap kemajukan yang ditanamkan sejak dulu dan turun temurun.

"Pekan Kerukunan Nasional merupakan ide berlian dan bentuk kepiawaian pak Gubernur Olly Dondokambey, mempromosikan Sulut di mata Indonesia maupun Dunia. Sebagai bupati, saya merespon dan mendukung penuh langkah pemerintah Sulut," ucapnya.

KOMPAK: Bupati VAP bersama kepala dan wakil kepala daerah se-Sulut di Pekan Kerukunan Nasional.
VAP secara khusus, menilai, bahwa Pekan Kerukunan Nasional, memberikan kontribusi positif bagi keberlangsungan hidup rukun dan damai, dan imbasnya pada roda pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

"Mari hilangkan perbedaan, rajut kemajukan, satukan visi dan misi demi kehidupan lebih baik. Sebab, Pekan Kerukunan Nasinal adalah simbol bahwa Kebinekaan itu harus dijaga dan terus dirawat. Maju, jaya, Sulut dan Minut," harapnya. (man/redaksi)


 dihadiri langsung


Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan sebagai penyelenggara Paskah Nasional ini.

“Terima kasih atas kehadiran Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, perwakilan gereja-gereja dunia, gubernur dan Wagub Sulut,” ungkap Bupati JWS.

Dijelaskannya, Minahasa merupakan daerah yang terbuka sehingga tidak membedakan suku agama dan ras. NKRI merupakan komitmen yang harus dihargai di negera ini.

Dalam ibadah agung tersebut, tampil sebagai liturgos ibadah Pdt Evert Tangel STh selaku Ketua FKUB Kabupaten Minahasa dan khotbah oleh Pdt Stephen Tong.

HADIRI: MenkumHAM Yasonna Laoly didampingi Gubernur Olly Dondokambey dan Bupati Jantje W. Sajow.
TELEGRAFNEWS – Dihadiri ribuan masyarakat, pelaksanaan Paskah Nasional di Tondano sukses dan spektakuler. Selain bertepatan 500 tahun reformasi gereja, juga disertai konferensi misi dan pemuda global. Acara puncak Paskah Nasional sekaligus ibadah agung dilaksanakan di Stadion Maesa, Sabtu (22/4) 2017.
 
SAMBUTAN: Bupati Jantje W. Sajow ketika menyampaikan prakata mengenai pelaksanaan Paskah Nasional.

Kegiatan nasional ini, turut dihadiri semua agama yang ada di Sulut maupun Minahasa. Dengan tidak membeda-bedakan agama, suku dan ras serta bersatu dalam kebersamaan, membuat pelaksanaan ibadah agung Paskah Nasional di Tondano menjadi salah satu momen dan menarik perhatian dunia.

Belum lagi, acara dilengkapi drama kolosal disutradarai Yapi Panda Abdiel Tambayong atau lebih dikenal dengan Remy Sylado (sastrawan Indonesia), yakni kisah injil Kristus masuk ke Tanah Toar Lumimuut (Minahasa), melalui dua misionaris asal Jerman yang diutus oleh Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) yakni Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz, pada tanggal 12 Juni 1831 keduanya tiba di Minahasa.
 
PEMASANGAN: MenkumHAM Yanonna Laoly bersama Gubernur Olly Dondokambey memasang Obor Paskah.
Pdt Stephen Tong mengingatkan, soal asal mula pembunuhan atau penyaliban Kristus. Dijelaskannya, Kristus dibunuh oleh pemimpin-pemimpin agama, politik, militer dan penguasa hukum, ekonomi juga demokrasi.

“Agama harus sungguh-sungguh mengajarkan agama. Waktu Yesus lahir agama memperalat politik, saat kematian Yesus politik mempermainkan agama,” tegasnya.
 
Jadi pemimpin jangan korupsi, harus takut akan Tuhan, cinta rakyatnya. Sehingga keadilan, cinta kasih bisa terwujud dalam hidup ini.

“Upah dosa adalah maut. Keadilan dan kemakmuran masih jauh dari harapan dan keinginan rakyat,” sampainya.
 
PESAN PASKAH: Pdt Stephen Tong ketika berkhotbah.
Kebangkitan Kristus adalah pengharapan baru bagi manusia yang percaya. Karenanya, kebangkitan itu adalah untuk keselamatan manusia dari sekarang sampai selama-lamanya.
 
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly mengungkapkan, perayaan Paskah merupakan momentum memperbaiki diri demi pembaharuan hidup.

“Marilah kita tebar bibit perdamaian di tengah perbedaan, landaskan kasih dalam keberagaman hidup dan jadikan Pancasila sebagai dasar hidup bernegara,” ujarnya.
 
Kiranya semua menciptakan kerukunan hidup antar umat beragama. Kita semua cinta damai dan rendahkan diri di tengah-tengah hidup bermasyarakat.

Usai ibadah agung, dilanjutkan dengan penyampaian salam Paskah dimulai dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Rev. Johny Toni Para dari EKHN Jerman, Rev. Jurgen Reichel dari EMS Stuttgard, Rev. Mathews George dari CCA General Secretary (Sekjen Dewan-dewan Gereja ASIA), Pdt Ester Pudjo Widiasih dari Wakil Dewan Gereja se-dunia (World Council of Churches).
 
SUPPORT:MenkumHAM Yasonna Laoly sampaikan sambutan Presiden Jokowi
Pelaksanaan Paskah Nasional dimulai sejak tahun 2005, terus berjalan dengan semangat kebersamaan gereja untuk melayani dan bersaksi, beberapa lokasi pelaksana, pertama kali diadakan hingga keenam diselenggarakan di Jakarta.

Ketujuh pada tahun 2011 di Jayapura, kedelapan tahun 2012 di Bandung, kesembilan tahun 2013 di Surabaya, kesepuluh tahun 2014 di Manokwari, kesebelas tahun 2015 di Kupang, keduabelas tahun 2016 di Kabupaten Lanny Jaya, Papua.

Dan kali ini Paskah Nasional ketigabelas tahun 2017 diselenggarakan di Sulawesi Utara (Kota Manado dan Tondano-Kabupaten Minahasa).

Hadir dalam kegiatan ini, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wagub Steven Kandouw, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, Ketua Sinode GMIM Pdt Henny W. B. Sumakul, Ketua Deprov Sulut Andrei Angouw, Bupati Jantje W. Sajow, Wabup Ivan Sarundajang, Sekkab Jeffry R. Korengkeng beserta jajaran Pemkab Minahasa.

PERAN: Drama kolosal Riedel dan Schawrz disutradarai Yapi Panda Abdiel Tambayong (sastrawan Indonesia).
Pimpinan gereja, yayasan dan pemimpin Kristen dari dalam dan luar negeri, para cendikiawan dan akademisi Kristen, beberapa kepala daerah, eksekutif, legislatif, para pelayan dan aktivis pemuda, perempuan dan siswa serta mahasiswa juga masyarakat Minahasa. (advetorial/martshindy)

MAKNAI: Ratusan siswa-siswi Muslim di Tuminting ikut gerak jalan sehat menyambut Isra Mi'raj. (nanang/telegraf)
TELEGRAFNEWS - Menyambut peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, 1438 Hijriah, yang jatuh pada Senin (24/4) 2017.

Pengurus Masjid Awwal Fathul Mubiel, Kelurahan Islam, Kecamatan Tuminting, gelar berbagai kegiatan. Diantaranya, gerak jalan sehat yang berlangsung Minggu (23/4) 2017 sekira pukul 06.00 WITA.

Ratusan siswa-siswi muslim yang berada di sekitar Masjid Awwal Fathul Mubiel, ambil bagian memeriahkan semarak Isra Mi'raj. Mereka menempuh rute melewati  boulevard Karangria, Sindulang Satu, Kampung Islam, Lorong Soputan (Kampung Islam), Armada (Kampung Islam) dan finish di Masjid. 

Ketua Panitia Isra Mi'raj Fadly Noh mengatakan, sangat penting bagi anak-anak remaja melaksanakan kegiatan agama. 

"Penting bagi mereka untung melaksanakan kegiatan seperti ini, apa lagi diusia-usia mudah, sejak dini mereka harus dilibatkan, agar bisa tertanam pada diri mereka, nilai-nilai religiusitas dan mereka juga bisa memakanai momentum hari-hari besar keagamaan," katamya. (nanang noholo)
TAK BERKUTIK: Pelaku diamankan. (ist)
TELEGRAFNEWS -Tak butuh waktu lama, sekira tujuh jam usai mengetahui adanya tindakan penganiayaan disertai pembunuhan, di Kota Bitung. Polisi akhirnya berhasil menangkap RM alias Riang (18), warga Perum Meitha Dua, Kelurahan Manembp-nembo Atas.

Rian yang masih berstatus pelajar di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bitung, diamankan polisi di rumahnya usai melakukan pembunuhan terhadap Ari Kurniawan (24) seorang buruh bangunan warga lingkungan III, Kelurahan Manembo-nembo Atas, Kecamatan Matuari, Sabtu (22/4) 2017 sekira pukul 02.00 WITA, di Perum Meitha Satu.


Penjelasan pelaku Rian kepada polisi, dirinya nekat dan terpaksa menikam korban, lantaran tak terima dituduh melakukan aksi pemalakan di lokasi pesta pernikahan di Perum Meitha Satu yang dihadiri korban malam itu, hingga terjadi aksi kejar-kejaran antar pemuda dan berujung tewasnya korban.

"Awalnya, terjadi salah paham. Karena korban dan teman temannya menuduh dia (pelaku) sebagai orang yang sering ba pajak (minta uang). Tak terima dituduh, pelaku pulang rumah dan mengambil pisau yang disimpan di bawah loudspeker, kemudian mengejar korban serta rekan rekannya. Ketika ketemu, dia (pelaku) menusuk korban pada bagian pinggang atas, selanjutnya pelaku melarikan diri pulang ke rumah, sedangkan korban langsung terjatuh dan meninggal dunia," jelas Kapolres Bitung melalui Kasubag Humas AKP. Idris Musa usai mendengar keterangan korban, Sabtu (22/4) 2017 siang.

Setelah melakukan pengamanan, pelaku kemudian digiring ke Polres dan menjalani pemeriksaan guna penuntasan kasus.

"Sudah, kita sudah amankan dan saat ini masih sementara dilakukan penyidikan, apakah ada pelaku lain atau tidak, sebab terjadi kejar-kejaran dan penganiayaan terlebih dahulu," pungkasnya. (arham licin)