TRENDING NOW

SERAP ASPIRASI: Shintia G Rumumpe saat melakukan reses. (ist)
TELEGRAFNEWS - Penambahan fasilitas lampu jalan, perbaikan drainase, optimalisasi Usaha Kecil Menengah (UKM) serta sanitasi air bersih, merupakan harapan masyarakat.

Hal itu disampaikan warga, saat bersua personil Dewan Kabupaten (Dekab) Shintia G Rumumpu dalam pelaksanaan reses masa sidang II tahun sidang III tahun 2017 yang dipusatkan di lingkungan XIV, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Minut, pada Sabtu (25/3) 2017.

Mereka berharap, Shintia G Rumumpe yang merupakan wakil ketua DPRD, bisa memperjuangkan hal tersebut. Sehingga, menganggarkan pembenahan dan perbaikan infrastruktur dalam APBD-P 2017 maupun APBD 2018 nanti.

"Usulan yang kami sampaikan tersebut, merupakan persoalan mendasar yang dialami warga. Kami berharap, tuntutan tersebut bisa terealisasi lewat kerja keras ibu legislator Shintia G Rumumpe yang merupakan perwakilan masyarakat Airmadidi-Kalawat," kata Leo salah satu warga yang mengikuti reses tersebut.

Menjawab masukan warga, Shintia G Rumumpe mengetakan, proses reses adalah wadah pertemuan legislator bersama rakyat dalam hal menyerap aspirasi. Tentunya, berbagai masukan dan pemrintaan yang disampaikan adalah bentuk kepedulian dalam mewujudkan pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

"Sudah menjadi tugas legislator menuntaskan apa yang menjadi aspirasi warga. Tentunya, lewat reses ini nantinya dibahas lagi dalam fraksi. Apa-apa yang menjadi prioitas akan kita tuntaskan dan disesuaikan dengan anggaran daerah," jawabnya. (man/redaksi)

TELEGRAFNEWS - Sosial media Facebook pada Senin (27/3) 2017 lalu dihebohkan dengan postingan salah satu akun pengguna facebook mengenai adanya penolakan masyarakat terhadap keberadaan sebuah gedung gereja di Kelurahan Tara-tara, Kota Tomohon Tomohon.

Status postingan yang disertai dengan foto bertuliskan penolakan itu sontak menjadi viral dikalangan pengguna medsos. 

Adapun isi postingan tersebut mengenai keluhan kepada pemerintah Kota Tomohon mengenai tercorengnya demokrasi dan kebebasan beragama di Sulawesi Utara.

"Kepada yth. Bapak Walikota Tomohon dan Kapolres Tomohon untuk menyelidiki setuntas-tuntasnya masalah yang terjadi pada gereja kami GPdI Karmel Taratara. Kota Tomohon yang sangat religi sehingga bisa berdiri dengan megah mesjid, vihara berdampingan dengan gereja-gereja mengapa bisa ada masalah seperti ini?," demikian tulisan yang dikutip dalam unggahan di facebook tersebu.

"Apalagi Sulut akan menjadi tuan rumah Paskah Nasional, tapi muncul hal seperti ini. Mohon semua pihak menahan diri. Saya selaku Karo Hubungan Eksternal MD GPdI Sulut mengharapkan semua pihak terkait dapat menyeselesaikan dengan baik dan tuntas. Halo FKUB dan BAMAG LKKI Tomohon harap kerjasamanya. Gbu all," Sabung tulisan tersebut yang diposting oleh Revly O.A. Pesak. (tonny slameto)
Ketua FAM Rahmat Pulukadang. (ist)
TELEGRAFNEWS - Forum Aspirasi Masyarakat (FAM) Girian, menolak keras rencana Dinas Perdagangan, Kota Bitung mengambil alih pengelolaan pasar tradisional Girian.

Penolakan itu, disebabkan, hampir empat tahun FAM yang diberikan kewenangan oleh Pemkot Bitung, sudah maksimal menjalankan tugas dalam mengelola pasar tersebut.


Rahmat Pulukadang selaku ketua FAM menjelaskan, landasan utama penolakan disebabkan adanya pertemuan antara perwakilan Pemkot dan FAM pada bulan September 2016 silam. Dimana pertemuan itu menghasilkan beberapa poin. Apa lagi, pertemuan yang berlangsung di Riverside, merupakan pertemuan resmi yang diprakarsai oleh Wakil Wali Kota Bitung Maurits Mantiri.

"Bagaimana bisa hasil pertemuan yang digagas wakil wali kota, bisa dimentahkan oleh seorang Kepala Dinas. Ini logika birokrasinya tidak masuk akal," jelasnya kepada TelegrafNews, Rabu (29/3) 2017.

Karenanya, Alo sapaan akrab Rahmat Pulukadan dan sejumlah pengurus FAM, secara tegas meminta Kadis Perdagangan bijak menyikapi ini, dan tidak mengambil alih pengelolaan pasar pada 1 April 2017 mendatang.

"Kami minta Kadis jangan mengorek kembali luka lama pedagang, karena itu sangat berpotensi merugikan semua pihak," pungkasnya. (arham licin)
TELEGRAFNEWS - Bagi anda yang membutuhkan pekerjaan, sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang kepelabuhanan yakni PT. Jakarta lnternational Container Terminal (PT. JICT). sedang mencari karyawan (i), bagi sarjanah-sarjana yang berkarir sekaligus upaya  PT. JICT mengurangi angka penganguran, anda bisa memasukan lamaran.

PT JICT merupakan perusahaan afiliasi Perseroan yang didirikan pada tahun 1999. Sahamnya mayoritas dimiliki Hutchison Port Holding Group (HPH Group) sebesar 51%. Sisanya 48,9% dimiliki Perseroan dan 0,1% dimiliki Koperasi Pegawai Maritim.

Bidang usaha PT JICT adalah pelayanan bongkar muat petikemas baik ekspor maupun impor di Pelabuhan Tanjung Priok. Pada awal berdirinya, PT JICT mampu menangani 1,8 juta TEUs dan meningkat hingga 2,4 juta TEUs pada akhir 2007. Dengan lingkup operasional dan kapasitas yang ada, PT JICT merupakan terminal petikemas terbesar dan tersibuk di Indonesia.

Dengan penambahan dermaga sepanjang 552 m dan lapangan penumpukan seluas 3,5 Ha, kini PT JICT mampu melayani arus petikemas melalui Pelabuhan Tanjung Priok hingga 3 juta TEUs per tahun. JICT memiliki lokasi strategis di jantung wilayah Jawa Barat.

Dalam rangka mengoptimalisasi pelayanan dan dukungan pada pertumbuhan ekonomi nasional, JICT telah memulai sejumlah proyek perluasan sejak tahun 2008, termasuk pada penambahan dermaga dan halaman penumpukkan, penggunaan sistem operasi terminal yang cangging dan sistem gerbang otomatis pertama di Indonesia.

JICT telah terakreditasi standar ISO 9002 dan bertujuan untuk menyediakan layanan terbaik melalui dedikasi tenaga kerja kami yang berpengalaman dan penerapan teknologi di era terbaru.

"Selain menjadi pelopor 100% terminal steril yang memberikan keamanan, keselamatan dan kebersihan di setiap lini di lingkungannya, JICT menyediakan layanan berkualitas kepada lebih dari 20 perusahaan pelayaran dengan rute langsung ke lebih dari 25 negara dan berkomitmen untuk menyediakan pelayanan yang cepat, efisien dan layanan yang handal 24 jam sehari, sepanjang tahun. Sebab itu, PT Jakarta International Container Terminal (PT JICT) membuka kesempatan kerja kepada putra-putri Indonesia, tentunya dengan gaji yang memadai," kata Presiden Director PT JICT Ir Riza Erivan kepada TelegrafNews. (redaksi)

BERIKUT SYARAT DAN KETENTUANNYA:



lulusan:SMA,SMK S1-S3& D1 -D3
1. Teknik Informatika
2. Teknik Elektro
3. Teknik Fisika
4. Teknik Sipil
5. Teknik Mesin
6. Teknik Kimia
7. Teknik Industri
8. Agribisnis
9. Biologi
10. Bioteknologi
11. Akuntansi
12. Ilmu Komunikasi
13. Manajemen

    SMK
    Teknik Ketenagalistrikan
    Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
    Teknik Distribusi Tenaga Listrik
    Teknik Transmisi Tenaga Listrik
    Teknik Instalasi Tenaga Listrik
    Teknik Otomasi Listrik

    SMK
    Teknik Mesin
    Teknik Permesinan
    Teknik Pengelasan
    Teknik Fabrikasi Logam
    Teknik Pengecoran Logam
    Teknik Gambar Mesin
    Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri

    SMK
    Teknik Elektronika
    Teknik Elektronika Industri
    Teknik Mekatronika

PT Jakarta International Container Terminal (JICT), berdasarkan dokumen penggajian 2017, berani membayar gaji pegawai tingkat bawahnya atau junior staff sebesar Rp 33,74 juta per bulan. Angka ini menjadikannya sebagai perusahaan pemberi gaji tertinggi di Indonesia.
Selama ini, kebanyakan orang mengira pemberi upah tinggi di Indonesia adalah perusahaan tambang dan migas. Alasannya, selain perusahaan di sektor ini mampu meraup pendapatan sangat besar, pekerjaannya juga membutuhkan keahlian khusus dan memiliki risiko tinggi.
Setelah junior staff, tingkatan di atasnya ialah staff dengan besaran gaji Rp 37,84 juta per bulan. JICT pun tak tanggung-tanggung dalam memberikan upah di level di atas staff. Untuk tingkatan supervisor digaji sebesar Rp 60,12 juta, manager Rp 70,9 juta, dan senior manager Rp 92,69 juta setiap bulannya.
    Tunjangan Istirahat Panjang Setiap 6 Tahunan.
    Tunjangan Perjalanan Dinas (Dalam/Luar Negeri)
    Tunjangan Program Tabungan Investasi .
     Bantuan Pakaian Dan Aksesoris Dinas.Bantuan Komunikasi (Handset) Dan Pulsa Perbulan.
    Perhitungan Pension : 35 X Upah Pokok Di Tambah Bonus Khusus.

Persyaratan/Kualifikasi:
    Pendidikan minimal  SMA , SMK , S1,S2,D3/Semua  Jurusan.
    IPK minimal 2,75.
    Dibutuhkan  laki-laki / perempuan.
    Usia maksimal 27 tahun.
    Bersedia ditempatkan di Wilaya kerja PT Jakarta International Container Terminal.

Lokasi Kerja: Seluruh Indonesia

Kelengakapan berkas lamaran :
1. Surat lamaran dan Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto Copy ijazah dan transkrip
3. Fotokopi KTP.
4. Pasphoto ukuran 4 x 6 cm
5. no hendphone
Kirim ke Email :   jict@safrica.com

KETERANGAN: Komisi C Dekot Bitung usai memeriksa lokasi limabh. (ist)
TELEGRAFNEWS - Usai membuktikan keberadaan limbah beracun dari batubara yang dikubur PT Delta Pasific Indotuna, di area perusahaan. Komisi C Dekot Bitung dikomandai Superman Gumolung, berjanji mengawal dan menuntaskan persoalan ini hingga selesai.

Sebab, keberadaan limbah B3 yang berasal dari batubara dampaknya sangat besar dan merusak lingkungan.
 
Pengungkapan itu terjawab, Senin (27/3) 2017 saat komisi C turun lapangan bersama tim gabungan melibatkan personil Reskrim Polres dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung. Boy sapaan akrab pria yang dikenal dekat dengan insan pers ini "memaksa" pihak manajemem perusahaan perikanan yang dikenal kumabal itu, untuk turun ke lokasi dimana limbah B3 tersebut diduga dikubur.


Benar saja, setelah melewati semak belukar yang "sepertinya" sengaja dibiarkan untuk menutupi lokasi pembuangan limbah tersebut, tim gabungan akhirnya menemukan ratusan ton limbah batubara yang dikenal berbahaya.

"Ini harus diproses sesuai hukum yang berlaku, dan kami dari Komisi C akan memantau prosesnya serta terus berkoordinasi dengan kepolisian dalam hal ini Kapolres," jelas Boy.

Bahkan, Boy meminta, kasus ini tidak hanya menjadi konsumsi di Kota Bitung, namun bisa dijadikan masalah nasional. Bersama personil Komisi C, Habriyanto Achmad, Rafika Papente, dan Syam Panai berjanji akan mengawal persoalan ini.

"Kita akan dorong agar pusat juga bisa dengar, bahwa persoalan lingkungan merupakan hal serius yang tidak bisa dibiarkan," pungkasnya. (arham licin)
SIDAK: Tim gabungan Dekot dan Polres melakukan pemeriksaan. (ist)
TELEGRAFNEWS - Sepandai pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga. Pepatah usang ini dinilai pantas disematkan kepada pihak manajemen PT. Delta Pasific Indotuna. 

Pasalnya, perusahaan pengalengan ikan yang selama ini, selalu berkelit kalau mereka tidak menimbun bahan berbahaya beracun. Namun, dari penelusuran ternyata pabrik yang terletak di wilayah perkampungan penduduk, ternyata melakukan penimbunan limbah beracun di sekitar perusahaan.

Borok itu terbongkar, pada Senin (27/3) 2017, ketika tim gabungan komisi C Dewan Kota (Dekot) Bitung, bersama anggota Polres dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun lapangan dan melakukan pemeriskaan.

Sayangnya, Manager Kontrol PT. Delta Pasific Indotuna, Asura, masih sempat berkelit tidak memiliki limbah B3 kepada tim gabungan saat sidak.

"Kita sudah ikuti seluruh prosedur, bahkan untuk limbah batubara langsung kami isi dalam karung, kami punya tempat penyimpanan untuk limbah dari oli bekas," jelasnya kepada tim gabungan. (arham licin)
DIAMANKAN: Pelaku tahanan kabur (duduk) usai ditangkap. (ist)
TELEGRAFNEWS -  Sempat kabur beberapa pekan dari balik jeruji Polsek Belang, pelaku kasus senjata tajam (Sajam) yakni AK alias Andi (22) warga Desa Belang, Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara, Sulut, akhirnya ditangkap polisi.

Pelaku diamankan saat bersumbunyi di rumah kerabatnya yang terletak di Tondano, Kabupaten Minahasa. Dia ditangkap tim buser Polres Minsel pada Senin (27/3) 2017 sekira pukul 22.30 WITA, usai tim buru sergap (Buser) menerima informasi tentang keberadaannya.

"Petugas langsung mengamankan tersangka di rumah koleganya yang terletak di Tondano. Dia ditangkap tanpa perlawanan, dan selanjutnta digiring ke Polres Minsel guna menjalani pemeriksaan lanjuran,"ujar Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana Sik kepada Telegrafnews.

Diketahui, tersangka yang masih berstatus tahanan ini. lari dari Mapolsek Belang Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Padahal, tersangka yang kasusnya sudah P-21 dan akan segera dilimpahkan kepihak Kejaksaan. (devon pondaang)