TRENDING NOW

Tuna netra saat berada di Dekot Manado.(Rurry/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS -  Kantor Dekot Manado, Senin (27/02) 2017 kedatangan puluhan warga tuna netra, untuk menyampaikan aspirasi di rumah rakyat tersebut.

Kedatangan para warga tuna netra ini diterima oleh pimpinan Komisi D Dekot Manado Apriano Ade Saerang, bersama Sonny Lela, Dijana Pakasi, Vanda Pinontoan dan anggota Komisi A Dekot Manado Arthur Paath.

Dalam pertemuan tersebut terungkap, tuntutan agar warga tuna netra mendapatkan perlakuan  yang adil saat mencari nafkah seperti warga masyarakat biasa.

"Aktivitas kami dalam mencari nafkah selalu dinilai negatif oleh pemerintah sehingga dilarang untuk berjualan," ujar Aziz Ismail juru bicara warga tuna netra.

Lebihnya, mereka yang biasanya mencari nafkah dalam berjualan di jalan dianggap seperti pengemis. "Kami minta harus ada win-win solution dulu untuk kami, dan jangan anggap kami sebagai pengemis," ujarnya.

Aziz menambahkan, sampai saat ini pemerintah terus mengumbar janji bagi para difabel. Namun tak pernah ditepati.

"Janji pemerintah bagi kaum difabel sudah disampaikan sejak 2009. Kalau memang tidak bisa berjualan, katakan tidak. Jangan bagoro. Cuma, kami juga butuh pengganti pekerjaan atau diberdayakan jika memang tidak bisa berjualan," kata Aziz.

Dia menilai, apa yang dilakukan pemerintah saat ini mengindikasikan bahwa kaum difabel sedang menjadi tumbal menghadapi program mendatangkan ribuan wisatawan.

"Ini jelas bertolak belakang dengan janji wali kota dan wakil wali kota saat kampanye lalu," tegasnya.

Sekretaris Komisi D Sonny Lela mendukung langkah warga difabel yang datang ke Kantor DPRD Manado untuk meminta keadilan. "Wajar datang ke sini karena ini adalah rumah rakyat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Manado Sammy Kaawoan mengatakan, pemerintah tidak melarang satu pun warga untuk berjualan selama aturan tetap ditegakkan.

"Memang sejak pekan lalu kami sedang intens melakukan penertiban terhadap gelandangan dan pengemis. Tapi pada faktanya kami menemukan ada warga difabel yang berjualan pada tempat yang tidak sesuai kesepakatan, yaitu mengganggu pejalan kaki," ungkapnya.(rurry)
Ade Saerang.(Rurry/TelegrafNews)
TELEGRAFNEWS - Laporan warga tentang dugaan pungli di dalam seleksi calon Paskibraka Manado mendapat tanggapan oleh Anggota DPRD Kota Manado Apriano Ade Saerang.

Menurut Saerang, anggaran untuk kegiatan seleksi calon paskibraka sudah di tata dalam APBD Kota Manado.

"Tidak ada lagi seleksi calon Paskibraka yang minta-minta uang, karena semua anggaran seleksi tersebut sudah tertata di dalam APBD,” ujarnya.

Lebih lanjut Saerang mengatakan, permintaan uang sebesar Rp800 ribu itu akan digunakan untuk pemeriksaan kesehatan.

"Memang anggaran untuk pemeriksaan kesehatan tidak masuk dalam anggaran APBD dalan seleksi paskibraka," kata Saerang.

Dia pun berharap, kiranya seleksi calon paskibraka dapat menghasilkan paskibraka yang benar-benar murni tanpa ada kepentingan. (Rurry).

SK Gubernur Sulut.(Arham/TelegrafNews)
TELEGRAFNEWS - Nasib Anthonius Supit sepertinya akan berakhir. Penyebabnya adalah adanya Surat Keputusan (SK)  Gubernur Sulut Nomor 623 Tahun 2016 tentang peresmian pemberhentian Anthonius Supit sebagai anggota Dekot Bitung dan peresmian pengangkatan pengganti antar waktu Ramlan Ifran sebagai anggota Dekot Bitung.
SK tersebut menurut Alexander Wenas selaku Ketua Fraksi Nasdem di Dekot Bitung sudah ditandatangani Gubernur Olly Dondokambey.

"SK itu sudah ditandatangani dan kami akan segera meminta untuk dilakukan rapat paripurna PAW, " jelasnya, Senin (27/2) 2017. (arham licin)

Suasana rapat.(Arham/TelegrafNews)


TELEGRAFNEWS - Ketua Dekot Bitung, Laurensius Supit memimpin jalannya rapat pimpinan dan anggota Dekot Bitung untuk pemilihan pimpinan alat kelengkapan.

Sebelumnya Baca:Pemilihan Alat Kelengkapan Dekot Bitung Alot


"Rapat ini ditunda 30 menit untuk dilakukan pembahasan di komisi masing-masing, “ ungkap Supit saat memimpin jalannya rapat, Senin (27/2) 2017.

Dari pantauan TelegrafNews, seluruh fraksi memasukkan anggotanya di semua alat kelengkapan dewan. Hanya Fraksi Nasdem yang memasukkan tiga anggotanya. Yakni, Alexander Wenas, Julitje Maringka, dan Keegan Kojoh. (arham licin)


Nama anggota Dekot Bitung di tiga komisi.(Arham/TelegrafNews)

TELEGRAFNEWS - Untuk memilih alat kelengkapan Dekot Bitung, telah dilaksanakan rapat pimpinan dan anggota Dekot Bitung terdiri dari pimpinan komisi, Bapemperda, dan Badan Kehormatan, Senin (27/2) 2017.

Sampai berita ini dipublish proses pembahasan di internal komisi berjalan alot dan masih berlangsung.

"Usulan untuk mengisi jabatan pimpinan komisi dan alat kelengkapan lainnya masih sementara berlangsung, " jelas Tonny Yunus yang masuk di Komisi B. (arham licin)
Ferdinand Tangkudung bersama Plt Sekda Yoke Senduk.(Arham/TelegrafNew)


TELEGRAFNEWS - Seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung telah selesai. Tiga nama yang diserahkan panitia seleksi kepada Wali Kota Bitung sempat dikatakan Wakil Wali Kota Bitung ialah Malton Andalangi, Ferdinand Tangkudung, dan Audy Pangemanan.

"Tiga nama diserahkan berdasarkan rangking mereka saat seleksi seperti Malton, Ferdi dan Audy itu yang nilainya tinggi. Tapi nama tiga yang diserahkan kepada Pak Wali Kota, saya juga belum terima, " tuturnya.

Namun, dari ketiga nama yang dimaksud, sepertinya nama Ferdinand Tangkudung yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pajak Dan Retribusi Daerah semakin berada di atas angin.

"Sepertinya pak Ferdi tinggal tunggu dilantik ini, sudah berani tampil di konfrensi pers seperti ini, " jelas salah seorang dari lingkaran ring satu Wali Kota Bitung, Senin (27/2) 2017.(arham licin)


Tanggul yang roboh di ruas jalan Sinuaian - Paso (martsindy)
TELEGRAFNEWS - Pasca diterjang hujan dan badai beberapa waktu lalu, sejumlah titik jalan di Kabupaten Minahasa mengalami longsor. Salah satunya tanggul yang berada di ruas jalan Sinuaian-Passo.

"Tanggul amblas pada waktu hujan deras waktu lalu, akibatnya tanah di ruas jalan tersebut dapat membahayakan pengendara," ungkap Valen Walangitan salah seorang warga di Desa Passo.
Dikatakannya, untuk sementara di titik longsoran itu dipalang dengan batu dan karung berisi tanah, agar supaya pengendara roda dua ataupun empat tidak terjun ke jurang.

"Jika malam dan pengendara tidak tahu ada longsoran di wilayah itu, kan bisa membahayakan. Jadi sementara ini ditutupi atau diberi tanda," sebutnya.

Ketika dikonfirmasi, Kadis PU dan Tata Ruang Kabupaten Minahasa Jhon Kussoy mengatakan, tanggul ataupun jalan yang rusak akibat longsor akan diperbaiki.
"Terima kasih sudah melaporkan semua titik yang rusak. Nanti akan kami anggarkan dan diperbaiki," singkat Kussoy. (martsindy rasuh)